Gereja di Jerman Tuntut Ekspor Senjata ke Arab Saudi Dihentikan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak yang mengalami malnutrisi berada di tempat tidur pusat perawatan malnutrisi di Sanaa, Yaman, 22 November 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang anak yang mengalami malnutrisi berada di tempat tidur pusat perawatan malnutrisi di Sanaa, Yaman, 22 November 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta -Gereja-gereja di Jerman menuntut pemerintah untuk menghentikan ekspor seluruh senjata ke Arab Saudi. Permintaan itu disampaikan saat berlangsung Konferensi Bersama untuk Gereja dan Pembangunan yang dihadiri umat gereja Protestan dan Katolik. Mereka mempersoalkan keterlibatan Arab Saudi dalam krisis di Yaman.

    Baca: Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

    Ketua konferensi Gereja, Martin Dostmann mengkritik Arab Saudi karena memblokade akses ke Yaman dan menghalangi suplai bantuan kemanusiaan ke negara yang dilanda perang itu.

    Sejumlah jenazah korban tewas tergeletak di halaman rumah sakit usai serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. Serangan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah pasar yang berdampingan dengan hotel. REUTERS/Naif Rahma

    Pemerintah Jerman sepakat untuk mengekspor senjata senilai 1 juta euro ke Arab Saudi pada tahun 2013. Ekspor berlangsung dari Januari 2014 hingga April 2017, seperti dikutip dari Middle East Monitor, 19 Desember 2017.

    Kesepakatan Jerman dan Arab Saudi ini termasuk juga dengan ekspor kapal patroli dan komponen jet tempur Tornado dan Eurofighter.

    Baca: Serangan Udara Saudi Menyasar Hotel di Yaman, 60 Tewas

    September lalu, Parlemen Eropa kembali memperbarui seruannya untuk melakukan embargo senjata ke Arab Saudi karena Saudi melakukan kekerasan di Yaman.

    Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi meluncurkan operasi militer melawan milisi Houthi mulai Maret 2015. Namun, operasi militer koalisi malah menewaskan warga sipil, mengebom sekolah, rumah sakit, pasar, dan tempat tinggal warga. Lembaga pemantau HAM, Human Rights Watch dan 56 LSM telah mendesak dilakukan investigasi independen terhadap pelanggaran HAM di Yaman 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.