Pertama Kali, Perempuan Jadi Uskup London

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati wahana Swing Ride di depan Gereja St. Paul saat berlangsungnya Festival Oktoberfest di Munich, Jerman Selatan, 20 September 2016. AP Photo

    Pengunjung menikmati wahana Swing Ride di depan Gereja St. Paul saat berlangsungnya Festival Oktoberfest di Munich, Jerman Selatan, 20 September 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, London - Seorang mantan perawat telah ditunjuk sebagai Uskup London. Menandai pertama kalinya seorang wanita menjadi pemimpin Gereja Inggris di ibukota London.

    Sarah Mullally, 55, akan dinobatkan sebagai Uskup ke-133 dari London awal tahun depan. Uskup London adalah pekerjaan paling berkuasa ketiga di gereja Anglikan dan pengangkatannya disetujui oleh pemerintah Inggris dan Ratu Elizabeth II.

    Baca: Teror Jembatan London, Penyerang Berteriak 'Ini untuk Allah

     

    Pada sebuah konferensi pers di Katedral St Paul di London, Mullally mengatakan bahwa dia senang dan sedikit ketakutan atas pencalonannya, yang datang saat gereja tersebut mencoba untuk melakukan diversifikasi hierarki.

    Baca: Serangan Jembatan London, PM Inggris: Ini Aksi Terorisme

     

    "Jika gereja kita lebih relevan dengan komunitas kita, ini berarti bahwa kita membutuhkan gereja-gereja yang dipimpin oleh para imam yang adalah perempuan, yang berasal dari kelompok etnis kulit hitam, Asia, dan etnis minoritas," kata Mullally, seperti yang dilansir USA Today pada Senin 18 Desember 2017, waktu setempat.

    Mullally mengakui bahwa pengangkatannya tidak akan menyenangkan kaum tradisionalis gereja. Pendahulunya, Richard Chartres, menolak menahbiskan imam perempuan.

    Dia mengambil alih peran dari Dr Richard Chartres, yang pensiun pada bulan Februari. Dia akan dipasang sebagai Uskup Agung London di Katedral St. Paul di Tahun Baru.

    Perundang-undangan untuk mengizinkan uskup perempuan diadopsi secara formal oleh Gereja pada tahun 2014.

    Mullally adalah uskup wanita untuk Gereja Anglikan London, sementara Uskup wanita lainnya di Inggris adalah Libby Lane yang ditahbiskan sebagai uskup wanita pertama gereja tersebut pada tahun 2015. Lane diangkat menjadi Uskup Stockport.

    Mullally menikah dan dikarunia 2 orang anak. Dia menjadi imam pada tahun 2006 setelah menghabiskan lebih dari 35 tahun di National Health Service, sistem perawatan kesehatan yang didanai publik di Inggris. Dia saat ini adalah Uskup Crediton, di Devon, di barat daya Inggris.

    Pemimpin Gereja Inggris, Uskup Agung Canterbury Justin Welby, menggambarkan penunjukan Mullally sebagai Uskup London adalah "berita bagus". Dalam sebuah tweet, dia berkata "Uskup Sarah membawa ke pelayanan luar biasa di kota besar ini sebuah pengalaman yang luar biasa dan karunia yang luar biasa, yang dipandu oleh imannya kepada Yesus Kristus, yang merupakan dasar dari semua keberadaannya."

    USA TODAY | GUARDIAN | EVENING STANDARD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.