Korea Selatan Panik, 5 Jet Militer Cina Melintas Tanpa Izin

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pesawat tempur Amerika Serikat, EA-18G Growler tiba di Pangkalan Udara Osan, Pyeongtaek, Korea Selatan, 4 Desember 2017. EA-18G Growler akan mengikuti latihan besar-besaran Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korea Selatan, Vigilant Ace. AP/Ahn Young-joon

    Dua pesawat tempur Amerika Serikat, EA-18G Growler tiba di Pangkalan Udara Osan, Pyeongtaek, Korea Selatan, 4 Desember 2017. EA-18G Growler akan mengikuti latihan besar-besaran Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korea Selatan, Vigilant Ace. AP/Ahn Young-joon

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Korea Selatan panik menyaksikan 5 jet tempur militer Cina melintas memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea atau KADIZ tanpa izin atau tanpa pemberitahuan lebih dahulu. 

    Kepala Staf Gabungan mengatakan Pusat Pengendalian dan Pelaksana Angkatan Udara mendeteksi 2 jet pengebom H-6, 2 jet tempur J-11 dan satu pesawat pengintai TU-154 memasuki KADIZ dari barat daya Ieodo pada Senin, 18 Desember 2017, sekitar pukul 10.10 waktu setempat.

    Baca: Protes Amerika Soal THAAD, Cina Hukum Korea Selatan

    Korea Selatan  yang panik karena 5 pesawat Cina itu muncul di wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Pasifik lantas mengirimkan jet tempurnya.

    Seperti yang dilansir Korea Times pada 18 Desember 2017, Seoul membalas dengan mengirim jet tempur termasuk F-15K  mengejar 5 jet tempur Cina ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Jepang (JADIZ).

    5 pesawat itu kemudian meninggalkan KADIZ dan terbang kembali ke Cina.

    Baca: Jenderal Cina: Perang Pecah di Semenanjung Korea Maret 2018

    "Jet tempur Korea Selatan yang mengacak area tersebut mengidentifikasi jenis pesawat militer Cina. Jet tempur kami melakukan tindakan taktis yang normal sampai pesawat Cina pergi," kata seorang pejabat di Kepala Staf Gabungan. 

    Beijing  yang mendapatkan peringatan secara hotline menjelaskan, penerbangan tersebut merupakan bagian dari latihan rutin dan  tidak berniat melanggar wilayah udara teritorial Korea Selatan.

    KADIZ merupakan wilayah udara di atas tanah atau air yang ditetapkan oleh sebuah negara untuk mengidentifikasi dan mengendalikan kemungkinan masuknya pesawat musuh untuk kepentingan keamanan nasional. Konsep ADIZ berbeda dengan wilayah udara dan tidak didefinisikan dalam perjanjian internasional manapun. Hal ini menimbulkan kemungkinan terjadinya bentrokan tak disengaja antar negara.

    Ini yang kedua kali pesawat militer Cina umemasuki KADIZ tahun ini.  Pada 9 Januari lalu, juga terjadi dan 10 orang warga Cina diinterupsi.

    Ieodo terletak sekitar 149 kilometer barat daya Pulau Jeju. Ieodo adalah zona pertahanan udara di Korea, Cina dan Jepang yang saling tumpang tindih.

    Baca: Cina Usir 32 Misionaris Kristen Korea Selatan

    Pada November 2013, Cina secara sepihak memperluas wilayahnya sendiri untuk menutupi wilayah udara di atas pulau Ieodo dan pulau-pulau lainnya di pesisir selatan Semenanjung Korea.

    Pada Desember 2013, Korea Selatan mengumumkan perluasan KADIZ untuk melawan langkah Cina yang juga mencakup wilayah udara di atas pulau Ieodo dan pulau selatan Marado dan Hongdo.

    Pesawat militer Cina sering memasuki KADIZ dan juga JADIZ, yang oleh pengamat melihat sebagai demonstrasi kekuatan nyata melawan negara-negara tetangga di tengah perselisihan teritorialnya dengan Jepang di Laut Cina Selatan serta perkembangan kerja sama militer antara Seoul, Tokyo dan Washington.

    Penerbangan ke KADIZ datang hanya dua hari setelah Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in kembali ke rumah dari kunjungan empat hari ke Cina untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan pemimpin lainnya. Moon dan Xi bertemu untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat dan tantangan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.