Palestina Siapkan Unjuk Rasa Besar Jelang Kedatangan Wapres Pence

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat Suci Tiga Agama di Yerusalem

    Tempat Suci Tiga Agama di Yerusalem

    TEMPO.CO, Jakarta - Faksi gerakan kemerdekaan Palestina, Fatah, menyerukan warga Palestina menghadiri unjuk rasa besar-besaran pada pekan depan terkait dengan isu status Kota Yerusalem dan kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

    Unjuk rasa itu akan digelar sebagai bentuk sambutan untuk Pence, yang bakal datang ke Kota Yerusalem pada Rabu pekan depan.

    Baca: Penyandang Disabilitas Palestina Diduga Ditembak Sniper Israel

    Unjuk rasa ini juga sebagai bentuk penolakan bangsa Palestina terhadap pernyataan Presiden Amerika Donald Trump, yang menyebut Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Baca: OKI Sebut Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina, Ini Reaksi Israel

    “Kami menekankan pentingnya untuk menggelar protes di pintu-pintu masuk menuju Kota Yerusalem dan Kota Tua bersamaan dengan kunjungan Wapres Amerika Mike Pence pada Rabu pekan depan,” demikian isi pernyataan yang disampaikan faksi Fatah, yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Sabtu, 16 Desember 2017, seperti dilansir media Asharq Al – Awsat, Ahad, 17 Desember 2017.

    Pence bakal berkunjung ke Mesir dan Israel pada pekan depan. Awalnya, Pence bakal bertemu dengan Otoritas Palestina dan pengurus Gereja Koptik Mesir. Namun keduanya membatalkan rencana pertemuan dan mengkritik keputusan Trump soal status Kota Yerusalem.

    Dalam pernyataannya, Fatah juga meminta masyarakat berkoordinasi dengan warga Kristen Palestina untuk menghadiri upacara penyalaan lilin pada Ahad malam di Kota Bethlehem.

    Secara terpisah, faksi perlawanan Hamas meminta pemerintah Palestina mempercepat proses rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas. Ini sebagai upaya membangun kesatuan menghadapi isu status Kota Yerusalem.

    Adapun ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman empat warga yang tewas ditembak pasukan Israel saat unjuk rasa pada Jumat, 15 Desember 2017. Salah satu korban adalah penyandang disabilitas bernama Ibrahim Abu Thuraya, yang merupakan seorang nelayan. Dia tewas dengan luka tembak di kepala, yang diduga akibat tembakan sniper Israel.

    ASHARQ AL – AWSAT | NEW ARAB | GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.