Seusai Dilepas Otoritas Saudi, Konglomerat Al-Masri Bilang Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sabih al Masri. pakistantoday.com

    Sabih al Masri. pakistantoday.com

    TEMPO.CORiyadh – Konglomerat Arab Saudi, Sabil al-Masri, mengatakan dia mendapat perlakuan baik dari otoritas negara itu selama menjalani penahanan.

    Pernyataan ini disampaikan Al-Masri kepada Reuters di rumahnya seusai di lepas otoritas Saudi. Al-Masri dikabarkan ditahan untuk dimintai keterangan mengenai kasus korupsi. Pemerintah Arab Saudi sedang mengelar gerakan anti-korupsi nasional dengan menangkap sekitar 200 tokoh publik baik pejabat, pengusaha konglomerat hingga sejumlah pangeran untuk menyelamatkan uang negara yang habis dicuri koruptor.

    Baca: Robot Akan Gantikan Manusia dalam Dunia Kerja Arab Saudi

     

    “Semuanya baik-baik saja dan saya bahagia (sudah dilepas). Dan saya mendapat perlakuan layak dari semua orang di sini,” kata Al-Masri, seorang pengusaha keturunan Palestina, kepada Reuters, Ahad, 17 Desember 2017.

    Baca: Saudi Izinkan Wanita Menyopir Truk dan Sepeda Motor?

     

    Otoritas Saudi dikabarkan menahan Al-Masri pada Selasa, 12 Desember 2017, sesaat setelah dia selesai memimpin rapat perusahaannya. Saat itu dia berencana untuk pergi ke luar negeri.

    Seperti diberitakan pengusaha Palestina, Sabih al-Masri, dikabarkan sempat ditahan di Arab Saudi saat melakukan perjalanan bisnis ke Riyadh. Al-Masri merupakan Zara Investment Holding dan juga menjabat sebagai komisaris di Arab Bank.  

    “Al-Masri membatalkan acara makan malam bersama teman dan rekan bisnis sekembalinya ke Yordania pada Selasa lalu,” begitu dilansir media Reuters seperti diberitakan Al Jazeera, Sabtu, 16 Desember 2017.

    Reuters mendapat konfirmasi dari keluarga Al-Masri soal penahanan ini. Pengusaha senior berusia 80 tahun ini ditahan pada pekan lalu untuk dimintai keterangan terkait tindak korupsi.

    Menurut media Arab, Rai al-Youm, yang juga memberitakan kasus ini pada Sabtu, 16 Desember 2017, otoritas Arab Saudi tidak mengajukan tuntutan resmi kepada al-Masri, yang juga memiliki kewarganegaraan Yordania.

    Al-Masri, yang merupakan tokoh bisnis terkenal asal Yordania, masih berkerabat dengan konglomerat Palestina yaitu Munib al-Masri.

    Al-Masri dikenal karena sejumlah inisiatif bisnisnya seperti mendirikan Palestine Securities Exchange, dan mengelola sejumlah perusahaan investasi dan institusi keuangan di Timur Tengah, seperti Arab Bank, dan luar kawasan itu.

    Arab Bank, yang berkantor pusat di Amman, Yordania, merupakan penyalur kredit terbesar di negara itu. Bank ini juga menjadi motor penggerak ekonomi di Timur Tengah dan Afrika Utara lewat layanan kreditnya.

    Kabar penahanan Al-Masri sempat menghebohkan Yordania karena bisnis yang dikelolanya menjadi tonggak perekonomian dan mempekerjakan ribuan karyawan. Arab Saudi memiliki hubungan bisnis yang dekat dengan Yordania.

    REUTERS | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.