2 Jet Tempur AS Cegat Pesawat Rusia di Suriah, Nyaris Bentrok

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat F-22 Raptor merupakan jet tempur yang sulit dilacak. Penempatan dua siluman tempur di Korea Selatan disebabkan situasi yang memanas. Penasehat keamanan nasional Gedung Putih HR McMaster mengatakan bahwa potensi perang dengan Korea Utara meningkat dari hari ke hari. US Air Force photo

    Pesawat F-22 Raptor merupakan jet tempur yang sulit dilacak. Penempatan dua siluman tempur di Korea Selatan disebabkan situasi yang memanas. Penasehat keamanan nasional Gedung Putih HR McMaster mengatakan bahwa potensi perang dengan Korea Utara meningkat dari hari ke hari. US Air Force photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pesawat tempur siluman Amerika Serikat, F-22 mencegat dua jet Rusia setelah menyeberangi Sungai Efrat di Suriah. Dua jet Rusia itu terbang ke timur dari garis rahasia yang seharusnya memisahkan pesawat koalisi pimpinan Rusia dan Amerika Serikat yang beroperasi di Suriah.

    Jet tempur siluman F-22 itu kemudian melepaskan suara peringatan setelah 2 jet pendukung udara Su-25 Rusia melewati garis de-confliction beberapa kali pada Rabu, 13 Desember 2017.

    Baca: Masuki Wilayah Amerika Serikat, Dua Pesawat Tempur Rusia Dicegat  

    Seperti yang dilansir CNN pada 14 Desember 2017, pejabat Amerika Serikat yang memberikan informasi tersebut mengatakan  F-22 dan Su-35 berpapasan selama beberapa menit dan nyaris menyebabkan bentrokan. Pasukan koalisi kemudian menghubungi Rusia mengenai insiden tersebut.

    Komando Pusat Udara Amerika Serikat sebelumnya kerap mencegat pesawat Rusia yang melintasi garis de-confliction di dekat Sungai Efrat. Tercatat sekitar 6 hingga 8 kali sehari pada akhir November 2017, sesuatu yang dikhawatirkan oleh pejabat Amerika Serikat dapat menyebabkan bentrokan antara koalisi dan pesawat Rusia.

    Baca: Perang Suriah, Jet Tempur Rusia Terbang dari Iran  

    "Perhatian terbesar adalah bahwa kita bisa menembak jatuh sebuah pesawat Rusia karena tindakannya dipandang sebagai ancaman bagi kekuatan udara atau darat kita," kata Kolonel Damien Pickart, juru bicara Komando Pasukan Udara Amerika Serikat.

    Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan kembali komitmen untuk menjaga jalur komunikasi terbuka antara militer Amerika Serikat dan Rusia di wilayah tersebut dalam sebuah konferensi baru-baru ini di Vietnam.

    Keduanya menyepakati bahwa bagian dari pengaturan tentang wilayah pesawat terbang Rusia dan  Amerika melintas. Selama ini sungai Efrat digunakan sebagai garis pemisah antara dua kekuatan, dengan pasukan pendukung AS beroperasi di sisi timur garis dan Rusia di barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.