Kronologi Teror Bom Subway Manhattan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian New York berjaga-jaga setelah dibukanya kembali terminal bus Port Authority akibat terjadinya ledakan di New York, 11 Desember 2017. Dalam insiden tersebut, korban luka-luka berjumlah empat orang. Satu di antaranya adalah tersangka pelaku ledakan, Akayed Ullah. Drew Angerer/Getty Images

    Kepolisian New York berjaga-jaga setelah dibukanya kembali terminal bus Port Authority akibat terjadinya ledakan di New York, 11 Desember 2017. Dalam insiden tersebut, korban luka-luka berjumlah empat orang. Satu di antaranya adalah tersangka pelaku ledakan, Akayed Ullah. Drew Angerer/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Teror bom di subway Manhattan, New York, Amerika Serikat tidak menimbulkan korban jiwa, namun serangan itu membuat trauma warga kota yang baru menjadi korban teror saat perayaan Halloween. 

    Berikut kronologi teror bom pipa oleh simpatisan ISIS asal Bangladesh yang bermula pada Senin pagi, 11 Desember 2017 di terminal bus Port Authority, New York, hanya sekitar 5 blok dari Time Square. Tersangka pelaku dan 3 orang lainnya mengalami luka akibat terjangan bom pipa, seperti dikutip dari KRMG News

    Baca: Tersangka Bom Subway Manhattan Terinspirasi Teror Natal Berlin

    Pukul 7.30

    Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 07:30, pada Senin, 11 Desember 2017. Polisi New York dan petugas pemadam kebakaran kemudian dipanggil ke lokasi ledakan.

    Pukul 8.25

    Seorang petugas penegak hukum mengatakan bahwa bom pipa diyakini sebagai alat peledak di platform subway Manhattan.

    Pukul 8.40

    Bus menuju terminal dialihkan ke lokasi lain setelah terjadi ledakan. Penumpang diarahkan ke Secaucus dan Hoboken. Dari sana, mereka bisa naik kereta ke kota.

    Pukul 8.45

    Seorang pejabat penegak hukum mengatakan, seorang pria mengikatkan bom pipa di tubuhnya saat meledak di sebuah platform subway di New York City. Orang tersebut ditangkap dan mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.

    Pukul 9.15

    Polisi mengatakan ledakan bom pipa di subway  New York City terjadi di lorong bawah tanah antara Jalan Ketujuh dan Kedelapan di 42nd Street. 

    Asap memenuhi lorong subway yang sedang penuh sesak dengan kerumunan orang yang akan berangkat kerja.

    Baca: Tersangka Serangan Bom Manhattan Dibawa ke Rumah Sakit

    Pukul 9.30

    Departemen Pemadam Kebakaran New York mengatakan empat orang, termasuk tersangka, terluka.  Tdak ada korban luka yang diyakini mengancam nyawa.

    Pukul 9.40

    Sebuah foto yang diterbitkan oleh New York Post dari lokasi ledakan di subway Manhattan menunjukkan seorang pria berjenggot yang terjungkal di tanah dengan kemejanya tampak tertiup angin dan seorang petugas polisi memegang tangan pria itu di belakang punggungnya.

    Baca: Ledakan di Manhattan Diduga Serangan Teroris

    Pukul 9.45

    Komisaris Polisi New York, James O'Neill mengatakan perangkat yang meledak di subway New York City terkait dengan teror. 

    Tersangka adalah seorang pria berusia 27 tahun yang menggunakan sebuah bom pipa mentah yang diikatnya dan dia berjalan di lorong dari Jalan Ketujuh dan Kedelapan di dekat Times Square.

    Wali kota Bill de Blasio mengatakan perangkat yang meledak di subway New York City merupakan serangan teroris. Beruntung, tersangka gagal meledakkan bom pipanya. 

    Petugas penegak hukum mengatakan tersangka terinspirasi ISIS, namun tampaknya tidak memiliki kontak langsung dengan kelompok teror tersebut.

    Pukul 9.55

    Polisi telah mengidentifikasi pria berusia 27 tahun yang meledakkan subway Manhattan. Tersangka bernama Akayed Ullah yang dengan sengaja meledakkan bom di lorong di bawah Times Square. Pihak berwenang menyebut kejadian tersebut sebagai usaha serangan teroris.

    Pukul 10,00

    Kepada polisi, Ullah mengaku terinspirasi teror Natal di Eropa dan meledakkan diri saat melihat poster Natal di dinding stasiun subway.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.