Kemenlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Manhattan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ledakan

    Ilustrasi Ledakan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam ledakan di Manhattan, New York, Amerika Serikat. "Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai WNI jadi korban," seperti yang ditulis di akun Twitter Kemenlu, Senin, 11 Desember 2017.

    Sebuah ledakan terjadi di stasiun kereta bawah tanah Manhattan, New York. Ledakan yang terjadi pagi hari tersebut berlokasi di sebuah lorong penghubung menuju Times Square Kota Manhattan.

    Baca juga: Ledakan di Manhattan Diduga Serangan Teroris

    Ledakan terjadi pada pukul 7.20 waktu setempat di lorong dekat 42nd Street dan 8th Avenue. Dalam insiden tersebut, korban luka-luka berjumlah empat orang. Satu di antaranya tersangka pelaku ledakan, Akayed Ullah. Tersangka diketahui memiliki alat peledak berteknologi rendah yang dilekatkan ke bagian tubuhnya.

    Insiden tersebut terekam sebuah video keamanan. Dalam video yang ditayangkan di NYPost.com, tampak kepulan asap dan seorang pria berbaring di terowongan yang menghubungkan stasiun kereta bawah tanah Times Square ke stasiun bus. Sebuah foto lain menunjukkan seorang pria terbaring telungkup, dengan pakaian compang-camping dan luka bakar di badannya yang terbuka.

    Kemenlu RI juga masih mengikuti perkembangan atas insiden tersebut. "Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York terus ikuti perkembangan ledakan di terminal bus New York," katanya seperti di Twitter.

    Wali Kota New York City Bill de Blasio berujar ledakan di Manhattan tersebut merupakan percobaan serangan teroris. Namun, kata dia, setelah insiden tersebut tidak ada aktivitas serangan lain yang terjadi. "Kepolisian tetap diterjunkan untuk mengamankan daerah tersebut, akan ada peningkatan jumlah polisi yang berjaga," ucapnya seperti yang dikutip dari The Guardian, Senin, 11 Desember 2017.

    THE GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.