Lagi, Paus Minta Status Quo Kota Yerusalem Dihormati

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francisiskus, mengalami luka di saat mengunjungi St. Peter Claver, Cartagena, Colombia, 10 September 2017. REUTERS/Alessandro Di Meo/Pool

    Paus Francisiskus, mengalami luka di saat mengunjungi St. Peter Claver, Cartagena, Colombia, 10 September 2017. REUTERS/Alessandro Di Meo/Pool

    TEMPO.CO, Vatikan -- Paus Fransiskus kembali mengeluarkan pernyataan terkait status Kota Yerusalem, yang menjadi perhatian global sejak sepekan terakhir ini.

    Ini menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pemerintahannya mengakui Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada pekan lalu.

    Baca: Soal Yerusalem, Israel Minta Dukungan Uni Eropa

    Vatikan menegaskan bahwa Kota Yerusalem merupakan tempat suci bagi umat Kristen, Yahudi dan Muslim. "Paus Fransiskus kembali menegaskan posisi gereja yang telah terkenal mengenai karakter khusus Kota Suci (Yerusalem) dan penting bagi semua untuk menghormati status quo," begitu pernyataan Vatikan seperti dilansir Inquirer, Ahad, 11 Desember 2017.

    Baca: Senator AS Kritik Trump Soal Penanganan Isu Yerusalem

     

    Vatikan juga mengatakan Paus meminta semua pihak mengedepankan kebijaksanaan dan kehati-hatian agar para pemimpin dunia berkomitmen menghindari terjadinya lingkaran tindak kekerasan baru.

    "Pada saat yang sama, Paus mengulangi lagi keyakinannya bahwa hanya lewat proses negosiasi damai antara Israel dan Palestina maka perdamaian yang langgeng dan stabil bisa tercapai. Ini untuk menjadi dua negara hidup berdampingan dengan batas wilayah yang diakui dunia internasional," begitu lanjutan bunyi pernyataan Vatikan.

    Seperti diberitakan, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kebijakan pemerintahannya yang mengakui Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan ini mendapat penolakan dari berbagai pihak seperti PBB, Uni Eropa, negara-negara Arab dan berbagai negara Asia.

    Mereka beralasan ini bisa memicu terjadinya putaran konflik baru dan menghambat proses perdamaian Israel dan Palestina, yang sedang berlangsung.

    Upaya Trump dengan mengirim Wakil Presiden Mike Pence ke kawasan Timur Tengah untuk membahas soal Yerusalem ini juga mendapat tanggapan dingin. Ini karena pimpinan Otoritas Palestina dan Gereja Koptik Mesir menolak bertemu Pence.

    INQUIRER | REUTERS | ANADOLU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.