Ledakan di Manhattan Diduga Serangan Teroris

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    TEMPO.CO, New York - Ledakan di Manhattan, New York, Amerika Serikat, tepatnya di dekat stasiun kereta bawah tanah di bawah terminal bus Port Authority, Senin pagi waktu setempat, 11 Desember 2017. Sebanyak empat orang terluka akibat ledakan yang terjadi di lorong yang menghubungkan Port Authority dan Times Square tersebut.

    "Ini adalah percobaan serangan teroris," ujar Wali Kota New York City, Bill de Blasio, menanggapi ledakan tersebut.

    Ledakan terjadi pada pukul 7.20 waktu setempat di lorong dekat 42nd Street dan 8th Avenue. Dalam insiden tersebut, korban luka-luka berjumlah empat orang. Satu di antaranya adalah tersangka pelaku ledakan, Akayed Ullah. Tersangka diketahui memiliki alat peledak berteknologi rendah yang dilekatkan ke bagian tubuhnya.

    Insiden tersebut terekam dalam video keamanan. Dalam video yang dilansir di NYPost.com, tampak kepulan asap dan seorang pria berbaring di terowongan yang menghubungkan stasiun kereta bawah tanah Times Square ke stasiun bus. Sebuah foto lain menunjukkan seorang pria terbaring tertelungkup, dengan pakaian compang-camping dan luka bakar di badannya yang terbuka.

    De Blasio mengatakan setelah kejadian tidak ada aktivitas serangan lain yang diketahui. Namun, kata dia, kepolisian tetap diterjunkan untuk mengamankan daerah tersebut. "Akan ada peningkatan jumlah polisi yang berjaga di kota tersebut," ucapnya.

    Komisaris Dinas Pemadam Kebakaran New York, Daniel Nigro mengatakan selain tersangka ada tiga orang lain yang menjadi korban. Tersangka pelaku ledakan, kata dia, menderita luka bakar di tangan dan badannya. "Sementara tiga orang korban lainnya menderita ringan di telinga dan sakit kepala," katanya.

    Komisaris Polisi New York, James O'Neill mengatakan saat ini tersangka pelaku ledakan di Manhattan sedang ditahan dan dirawat di Rumah Sakit Bellevue dan telah membuat pernyataan ke polisi.

    THE GUARDIAN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.