Putin, Presiden Pertama yang Kunjungi Suriah dalam 7 Tahun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) menyambut presiden Suriah, Bashar al-Assad, di Laut Hitam, Sochi, 20 November 2017. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) menyambut presiden Suriah, Bashar al-Assad, di Laut Hitam, Sochi, 20 November 2017. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjadi pemimpin asing pertama yang menginjakkan kaki di Suriah dalam 7 tahun terakhir.

    Sebagai bentuk perayaan keberhasilan pasukannya di Suriah dalam memerangi kelompok ISIS, Vladimir Putin, mengunjungi sebuah pangkalan udara militer Rusia di negara itu. Putin juga mengumumkan penarikan sebagian besar pasukannya.

    Baca: Putin Prihatin dengan Keputusan Trump Soal Status Yerusalem

     

    Dalam pidato  kepada tentara Rusia di markas tersebut, Putin memuji keberanian mereka. "Anda telah menunjukkan kualitas terbaik tentara Rusia," kata Putin dalam kunjungan kejutannya pada Senin, 11 Desember 2017.

    Baca: Putin: Wilayah Kristen Bersejarah di Suriah Bersih dari Teroris

     

    Kunjungan Presiden Rusia itu bagian dari upaya Rusia mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Ini juga merupakan kunjungan pertama oleh seorang kepala negara asing ke Suriah sejak perang terjadi di negara itu sekitar 7 tahun lalu.

    Ini merupakan perhentian singkat Putin di pangkalan udara Hemeimeem di provinsi pesisir Latakia di Suriah, dalam perjalanan menuju Mesir.  Setibanya di Suriah, Putin terlihat berjalan ke luar pesawat, merangkul dan berjabat tangan dengan Assad di pangkalan udara itu.

    Pangkalan Hemeimeem, di jantung wilayah yang dihuni minoritas Assy's Alawite, telah menjadi pijakan utama bagi kampanye militer Rusia di Suriah. Sebelum lekaukan intervensi militer berupa serangan udara dan pengerahan pasukan khusus di Suriah, Rusia berperan memberikan nasihat militer dan menyuplai teknologi persenjataan.

    Seusai berpidato, Putin kemudian bertolak ke Kairo untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Mesir mengenai hubungan kedua negara yang berkembang pesat.

    Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi memberi Putin sebuah resepsi resmi di bandara Kairo. Sejak menjabat pada 2014, el-Sissi telah membeli senjata Rusia senilai miliaran dolar, termasuk jet tempur dan helikopter tempur.

    NBC NEWS | Al JAZEERA | LA TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.