Diam-diam, Amerika Serikat Serahkan Eks Menteri ke Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / MISK

    Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / MISK

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sumber eksklusif membenarkan kabar kepada The New Khalij bahwa pihak berwenang Amerika Serikat diam-diam menyerahkan bekas menteri Saad Al Jabry ke Arab Saudi.

    Menurut sumber yang tak bersedia disebutkan namanya, Al Jabry, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan bekas Putra Mahkota Muhammad bin Nayef telah meninggalkan Arab Saudi untuk tinggal di Amerika Serikat.Raja Yordania King Abdullah menyambut kedatangan Putra Mahkota Saudi Arabia, Mohammed bin Salman di Amman, Yordania, 4 Agustus 2017. (Muhammad Hamed - Pool /Getty Images)

    Baca: Arab Saudi: Mohammed bin Salman Ditelepon Amerika, Ini Isinya...

    Namun Putra Mahkota yang baru, Muhammad bin Salman memintanya kembali ke Arab Saudi. "Dia menolak dengan alasan sakit seraya mengatakan bahwa dia bersedia kembali setelah menjalani pengobatan di Amerika Serikat," tulis Middle East Monitor.

    Sumber ini mengatakan, Al Jabry yang lama tinggal di luar negeri membuat bin Salman marah karena dia dikhawatirkan membentuk lobi atau kelompok perlawanan terhadap bin Salman.

    Di akun Twitter, sumber menyebut dirinya Mujtahidd menulis, Saad Al Jabry adalah bekas Menteri Negara dan anggota Dewan Politik dan Keamanan Arab Saudi di pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz.Putra Mahkota Mohammed bin Salman, meskipun baru berusia 32 tahun, memiliki peran dominan untuk urusan militer Saudi, kebijakan luar negeri, serta kebijakan ekonomi dan sosial. AFP/SAUDI ROYAL PALACE/BANDOUR AL-JALOUD

    Baca: Mohammed bin Salman Melawan Korupsi di Arab Saudi

    Mujtahidd mengatakan, Al Jabry sangat dekat dengan bin Nayef. Bahkan bin Nayef mengandalkannya sebagai penasihat, termasuk diberi tanggung jawab pada pekerjaan sensitif di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.