Pejabat di Cina Dipecat Gara-gara Istri Menendang Perawat Hamil

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock

    Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pejabat senior manajemen perkotaan di kota Tongshan, Chengguan, Cina tengah dipecat setelah istrinya terekam kamera menyerang seorang perawat yang sedang hamil. Saat itu perawat sedang menangani anak pejabat itu.

    Perawat yang bekerja di rumah sakit di Tongshan, provinsi Hubei menjelaskan, dia diserang ibu saat memberikan suntikan kepada anaknya laki-laki usia 4 tahun. 

    Baca: Kelangkaan Wanita Paksa Pria Cina Berburu Istri di Rusia

    Dari rekaman video yang kemudian deidarkan secara online,  istri pejabat kota itu tampak menarik rambut perawat berusia 38 tahun yang tengah hamil enam minggu hingga tubuhnya jatuh ke lantai. 

     Ibu itu kesal kepada sang perawat setelah anaknya diminta untuk berhenti menggerakkan lengannya saat akan disuntik. Anak itu menjerat kesakitan dan menggerakkan lengannya. Terjadi perdebatan antara ibu anak itu dengan perawat hingga kemudian ibu anak itu menarik rambutnya dan menendang perut perawat hingga terjatuh ke lantai. 

    Baca: Mal di Cina Sediakan Kamar Suami Ogah Temani Istri Belanja  

    Para netizen pun mengecam perilaku wanita yang menendang perawat hamil tersebut. Kecaman luas dari para netizen berujung pengumuman dari Dewan Kota bahwa pejabat bernama Xu Lianglu dipecat atas perilaku istrinya terhadap perawat itu. 

    "Meskipun dia tidak terlibat dalam insiden tersebut, dia dipecat," demikian pernyataan pemerintah kota, seperti yang dilanisir The Star pada 11 Desember 2017.

    Polisi pun turun tangan menyelidiki istri pejabat senior Cina yang menendang perawat tersebut.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.