Pertama Kali, Jepang Beli Misil Jarak Jauh Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tank militer Jepang tipe tank 90 dan kendaraan militer AS LAV-25 Light saat latihan militer gabungan Northern Viper 17 di zona latihan Hokudaien, Eniwa, Jepang, 14 Agustus 2017.   REUTERS/Toru Hanai

    Tank militer Jepang tipe tank 90 dan kendaraan militer AS LAV-25 Light saat latihan militer gabungan Northern Viper 17 di zona latihan Hokudaien, Eniwa, Jepang, 14 Agustus 2017. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Jepang untuk pertama kalinya membeli misil jarak jauh dari Amerika Serikat untuk melindungi keamanan nasionalnya.

    "Kami akan membeli misil dengan kemampuan tembak jarak jauh untuk melindungi diri ketika kami mendapatkan serangan dari luar," kata Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera. Dia menjelaskan, "Pembelian ini juga demi keselamatan Pasukan Bela Diri Jepang dan bangsa kami."

    Baca: Trump: Jepang Beli Peralatan Militer untuk Hadapi Korea Utara

    Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump tiba di Pangkalan Udara militer AS Yokota, di Fussa, Jepang, 5 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan kepada CNN, Jepang akan membeli dua tipe misil yaitu misil anti-kapal jarak jauh dan misil anti-serangan udara. "Persenjataan tersebut diproduksi oleh Lockheed Martin, Amerika Serikat," tulis CNN.

    Selain dari Amerika Serikat, Jepang juga memesan misil anti-serangan udara dari perusahaan Norwegia, Kongsberg. "Kami akan mengajukan anggaran tambahan untuk pembelian persenjataan tahun depan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan.

    Baca: Amerika dan Jepang Yakini Korea Utara Buat Hulu Ledak Nuklir

    Anggota Pasukan Bela Diri Jepang berinteraksi dengan Angkatan Darat AS usai menggelar latihan militer bersama yang diberi nama Orient Shield 17 di dekat Gunung Fuji di lapangan pelatihan Higashifuji di Gotemba, Jepang, 18 September 2017. REUTERS/Issei Kato

    Kabar pembelian senjata perang ini muncul sebulan setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Tokyo. Kehadiran Trump itu sekaligus untuk menyarankan Jepang membeli peralatan militer Amerika Serikat karena ada ancaman Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.