Senin, 20 Agustus 2018

Perangi Korupsi, Swiss Kembalikan Rp 4,3 Triliun ke Nigeria

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Doket memeriksa anak yang kekurangan gizi di sebuah klinik di Maiduguri, Nigeria, 29 September 2016. Boko Haram membuat 75.000 anak-anak kekurangan gizi. AP/Sunday Alamba, File

    Doket memeriksa anak yang kekurangan gizi di sebuah klinik di Maiduguri, Nigeria, 29 September 2016. Boko Haram membuat 75.000 anak-anak kekurangan gizi. AP/Sunday Alamba, File

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Swiss akan mengembalikan uang senilai US$ 321 juta atau setara Rp 4,3 triliun ke Nigeria, yang diambil dari keluarga bekas Presiden Sani Abacha. Abacha memerintah dari 1993 hingga 1998 dan meninggal dengan kondisi mencurigakan saat masih berkuasa.

    Pemerintah Swiss telah menyita ratusan juta dola setelah kantor jaksa penuntut umum di Jenewa membuka kasus terhadap mantan pemimpin Nigeria itu. Awalnya, Abacha menyimpan uang ini di Luxemburg.

     Baca: Pindah ke Desa Swiss Ini Dimodali Rp 949,1 Juta, Berminat?

     Aset ini disita sebagai bagian dari proses pidana terhadap Abba Abacha, anak Sani, yang memerintah Nigeria selama 5 tahun sampai kematiannya pada 1998.

    Penyidik Nigeria meyakini bekas Presiden itu mencuri lebih dari US$ 4 miliar Rp 54,1 triliun selama masa jabatannya.

    Pemerintah Swiss mengeluarkan sebuah pernyataan pada Senin bahwa kesepakatan telah tercapai dengan pemerintah Nigeria dan Bank Dunia soal persyaratan restitusi.

    "Restitusi dana akan dilakukan dalam kerangka proyek yang didukung dan diawasi oleh Bank Dunia," demikian bunyi pernyataan itu. "Proyek ini akan memperkuat jaminan sosial untuk bagian-bagian termiskin dari populasi Nigeria."

    Pemerintah Nigeria menyatakan berterima kasih kepada mitra internasional dan berjanji melanjutkan upaya anti-korupsi, yang menjadi sebuah kebijakan inti pemerintahan Presiden Muhammadu Buhari.

    Menurut media asal Nigeria, penandatanganan ini dilakukan oleh Jaksa Agung Nigeria, Abubakar Malami, di kantor pusat Bank Dunia di Washington pada 4 Desember 2017.

    "Kami bersyukur atas dukungan internasional yang kami dapatkan dalam memerangi korupsi. Kolaborasi global sangat penting bagi keberhasilan pertarungan. Kami akan terus berupaya memperdalam mekanisme tidak hanya untuk pemulihan aset namun juga untuk mencegah korupsi sejak awal."

    Seperti dilansir CNN pada 6 Desember 2017, Swiss telah menemukan sekitar US$ 700 juta aset terkait Abacha sampai saat ini.

    Nigeria juga mengejar uang senilai sekitar US$ 480 juta yang telah disita di Amerika Serikat. Namun Nigeria menghadapi proses hukum yang sulit untuk melakukan restitusi aset itu.

    Nigeria adalah satu dari 4 negara yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pemulihan aset di Forum Global untuk Pemulihan Aset, yang saat ini dipusatkan di Washington DC, Amerika Serikat.

    Menurut perkiraan badan PBB untuk Narkoba dan Kriminalitas (UNODC), Nigeria kehilangan US$ 400 miliar karena korupsi antara tahun 1960 dan 1999. Swiss membantu melacak keberadaan uang hasil korupsi ini, yang disimpan di perbankan negara itu.

    CNN | ABC NEWS | PULSE NIGERIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.