Senin, 20 Agustus 2018

Uni Eropa Tidak Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegembiraan masyarakat Palestina saat merayakan pelepasan semua alat pengaman di pintu masuk masjid oleh Israel di Yerusalem, 27 Juli 2017. Israel telah menyingkirkan semua detektor metal yang dipasang di semua pintu masuk ke kawasan masjid Al-Aqsa. REUTERS/Muammar Awad

    Kegembiraan masyarakat Palestina saat merayakan pelepasan semua alat pengaman di pintu masuk masjid oleh Israel di Yerusalem, 27 Juli 2017. Israel telah menyingkirkan semua detektor metal yang dipasang di semua pintu masuk ke kawasan masjid Al-Aqsa. REUTERS/Muammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta besar Uni Eropa untuk Israel Emanuele Giaufret, mengatakan, kedutaan besar Uni Eropa akan tetap berada di Tel Aviv dan tidak akan dipindahkan ke Yerusalem.

    "Uni Eropa tidak akan mencontoh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem," kata Giaufret sebagaimana disiarkan televisi Israel, Channel 7.

    Baca: Israel Protes Negara Eropa karena Dukung Palestina

    Masjid Sehitlik yang dikelola oleh Turkish-Islamic Union for Religious Affairs (DITIB) di Berlin, Jerman, 3 Oktober 2017. Pada abad ke-18 M, Kesultanan Turki Usmani (Ottoman) tercatat sebagai sebuah kerajaan besar di dunia. Wilayah kekuasaannya terbentang dari Afrika, Timur Tengah, hingga daratan Eropa. REUTERS

    "Ada resolusi PBB yang bunyinya bahwa masalah Yerusalem harus dibicarakan antara Israel dan Palestina," ucapnya. Dia menjelaskan, tidak baik bagi Uni Eropa mengambil sikap baru sebelum ada perundingan.

    "Yerusalem adalah isu sangat penting dan sensitif bagi semua agama. Bagi kami, sikap memahami sensifitas pemeluk agama masing-masing sangat penting," tambahnya.

    Duta besar ini mengulangi sikap Uni Eropa bahwa hanya solusi dua negara yang bisa menyelesaikan konflik di sana. "Kami yakin seluruh rakyat Israel setuju dengan solusi ini," paparnya sebagaimana dikutip Middle East Monitor.Imam besar dari Tunisia, Hassen Chalghoumi (kiri) dan penulis Prancis-Yahudi, Marek Halter bersama sejumlah pemimpin Muslim dari berbagai negara melakukan tur Eropa ke lokasi serangan teroris yang terjadi baru-baru ini, di Brussels, Belgia, 10 Juli 2017. REUTERS/Francois Lenoir

    Giaufret mengatakan, kontak antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat mengenai isu Yerusalem terus berlanjut. "Jika Amerika Serikat menawarkan solusi yang baik demi perdamaian, kami pasti mendukung. Kami tidak ingin atau menjadi pemimpin."

    Uni Eropa telah memperingatkan bahwa bakal ada konsekwensi negatif dari setiap langkah sepihak untuk mengubah status Yerusalem.

    Baca: Uni Eropa Kecam Rencana Pembangunan Pemukiman Kedua Israel

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Rabu pekan ini. Pernyataan Trump tersebut mendapatkan kecaman dari negara-negara Arab dan Timur Tengah. Uni Eropa menyatakan menolak mengikuti jejak Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.