Kamis, 26 April 2018

Trump Rajin Main Twitter, Ini Kata CIA

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017.  REUTERS/Jonathan Ernst

    Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.COWashington DC - Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Mike Pompeo mengatakan kebiasaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuit lewat akun Twitter-nya membantu intelijen mendapat informasi.

    "Saya lihat itu membantu kami," kata Pompeo kepada audiens dalam acara The Reagan National Defense Forum di Simi Valley, California, seperti dilansir CNN, Ahad, 3 Desember 2017.

    Baca: Politikus Rusia Tanggapi Soal Mantan Penasihat Donald Trump

    Pompeo mengatakan hal tersebut untuk menanggapi pertanyaan apakah pekerjaannya bertambah sulit karena Donald Trump kerap membuat cuitan tentang berbagai hal di akun @realdonaldtrump.

    Baca: Donald Trump Ancam Diktator yang Berani Remehkan AS

    "Saya melihat hal-hal yang dicuitkan Presiden di akun Twitter-nya sebenarnya memiliki dampak nyata pada kemampuan kami memahami apa yang sedang terjadi di berbagai lokasi di negara lain," ucap Pompeo.

    Menurut Pompeo, musuh-musuh merespons cuitan itu dengan cara yang membantu CIA memahami pola komando dan kontrol, siapa yang mendengarkan pesan apa, dan bagaimana pesan-pesan itu bergema ke seluruh dunia.

    Uniknya, pendahulu Pompeo, mantan Direktur CIA, Leon Panetta, mengatakan sebaliknya. Dia mengkritik cuitan Trump, terutama yang diberi label sebagai cuitan anti-muslim.

    "Ketika Anda mencuitkan sesuatu seperti itu ke dunia luar, Anda tidak tahu apa konsekuensinya. Dan konsekuensinya bisa jadi nyawa," kata Panetta, yang tampil bersebelahan dengan Pompeo, dalam acara tersebut.

    Panetta melanjutkan, "Anda tidak bisa melemparkan granat ke dalam ruangan, meledakkan semuanya, lalu tidak punya strategi sama sekali untuk menanganinya."

    Baru-baru ini, Donald Trump mencuit ulang beberapa video yang diunggah sebuah kelompok ultranasionalis Inggris. Grup itu mengklaim video-video itu menunjukkan sekelompok orang Islam melakukan tindak kekerasan.

    Cuitan ulang Trump ini, menurut media The Hill, dengan mengutip media PBS, mendapat kritik dari 26 senator Partai Demokrat dan 3 senator Partai Republik. Senator Lindsey Graham menilai cuitan ulang Trump itu tidak tepat karena Amerika sedang membangun aliansi dengan beberapa negara berpenduduk muslim.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.