Eks Penasihat Trump, Flynn Didakwa Bohongi FBI Soal Rusia

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin, duduk satu meja dengan pensiunan AS, Letjen Michael T. Flynn, saat makan malam di ajang ulang tahun Russia Today ke-10, di Moskow, Rusia, Desember 2015. AP

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, duduk satu meja dengan pensiunan AS, Letjen Michael T. Flynn, saat makan malam di ajang ulang tahun Russia Today ke-10, di Moskow, Rusia, Desember 2015. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks penasihat keamanan nasional presiden Amerika Serikat Donald Trump, Michael Flynn didakwa karena telah berbohong kepada Biro Investigasi Pusat (FBI) mengenai kontak yang dilakukannya dengan Duta Besar Rusia Sergey I, Kislyak. 

    Flynn berbohong saat investigasi dilakukan FBI pada Januari lalu.

    "Saya mengakui bahwa ini adalah sebuah pengakuan fiktif dan palsu," kata Flynn saat persidangan di pengadilan Washington yang berlangsung selama 45 menit pada 1 Desember 2017, seperti dikutip dari New York Times. 

    Baca: Michael Flynn Mundur sebagai Penasihat Keamanan Nasional AS

    Dakwaan itu merupakan pengembangan dari penyidikan atas dugaan hubungan dengan Rusia yang selama ini membayang-bayangi pemerintahan Presiden Donald Trump. 

    Kantor Penasihat Khusus mengatakan Flynn didakwa memberikan keterangan palsu tentang percakapannya dengan Kislyak. 

    Flynn, 58 tahun, merupakan purnawirawan jenderal dan tokoh paling senior yang didakwa dalam kasus campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun lalu.

    Baca: Donald Trump Diselidiki Atas Dugaan Menghalangi Hukum

    Flynn merupakan sosok utama dalam penyidikan yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller itu. 

    Ia dipecat dari jabatan di Gedung Putih pada Februari 2017 karena menyesatkan posisi Wakil Presiden Mike Pence soal percakapannya dengan duta besar Rusia. 

    Flynn merupakan mantan penasihat senior kedua untuk Trump yang dikenai dakwaan dalam penyelidikan. 

    Penyidikan Mueller beserta sejumlah anggota Kongres mengenai kasus itu telah membayangi pemerintahan Trump sejak menjabat sebagai presiden pada 20 Januari lalu. 

    New York Times pada 1 Desember 2017 melaporkan bahwa dokumen-dokumen yang diperolehnya tidak mengungkapkan apa yang Trump ketahui tentang diskusi Flynn. Tapi  jaksa mengatakan, Flynn diarahkan oleh anggota yang sangat senior dari tim transisi kepresidenan untuk membahas resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Menurut dokumen pengadilan, tuduhan tersebut biasanya membawa hukuman lima tahun penjara, namun berdasarkan ketentuan kesepakatan hukuman Flynn dapat menjadi lebih ringan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.