Lebanon Terkejut, Komedian Top Jadi Mata-mata Israel

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ziad Ahmad Itani. enlacejudio.com

    Ziad Ahmad Itani. enlacejudio.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebanon terkejut setelah mendengar kabar penahanan terhadap Ziad Ahmad Itani, seorang artis komedi populer merangkap menjadi jurnalis dan pemain drama oleh aparat keamanan, Jumat, 1 Desember 2017.

    Sumber keamanan di Lebanon mengatakan, mereka mencokok Itani di rumahnya di Distrik Ain Al-Rammaneh, Beirut, pada Kamis petang, 30 November 2017, waktu setempat.

    Baca: Hizbullah Lebanon Tangkap 3 Agen Mossad

    Mossad badan intelejen terkenal asal Israel, terkenal dengan operasi intelejen yang dijalankan sangatlah rapi dan sulit terendus. Mossad dibentuk pada tahun 1949 dengan nama Varash, yang dipimpin oleh Reuven Shiloah. Seperti badan intelejen dunia lainnya Mossad memiliki tugas mengumpulkan data intelejen, melakukan operasi intelejen dan menjaga rahasia negara. telegraph.co.uk

    "Dia ditangkap karena merencanakan pembunuhan terhadap Menteri Dalam Negeri Nohad Machnouk dan memantau Abdul Rahim Mrad, bekas menteri," tulis Arab News mengutip keterangan sumber keamanan.

    Menurut aparat keamanan, pria kelahiran Beirut pada 1975 itu, selain menjadi artis komedi, jurnalis dan pemain drama juga agen mata-mata Israel, Mossad.Meir Dagan, mantan ketua Mossad. REUTERS/Yonathan Weitzman

    Israel adalah sebuah negara yang menjadi musuh Lebanon. Kedua negara pernah berperang. Publik Lebanon sangat mengenal Itani karena penampilannya di sejumlah pertunjukan seni.

    Baca: Mossad Pernah Gagal Bunuh Bin Ladin

    Beberapa komedi yang dibintangi Itani antara lain Beirut Al-Jadideh Road dan Beirut on the Tree. Komedi satir ini bercerita mengenai perubahan tradisi di Beirut. Dia juga bermain di drama satir di televisi Lebanon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.