Mendagri Kroasia: Eks Pejabatnya Bukan Penjahat Perang

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Davor Bozinovic. Dnevnik.h

    Davor Bozinovic. Dnevnik.h

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Kroasia Davor Bozinovic meminta kepada Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag membebaskan enam mantan pejabat Bosnia Kroasia.

    "Mereka tidak terlibat dalam perang di Bosnia dan Herzegovina," ucapnya kepada media sebagaimana dikutip Balkan Insight, Selasa, 29 November 2017.

    Baca: Jenderal Bosnia Kroasia Minum Racun daripada Dibui, Siapa Dia?

    Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, meminum racun saat menghadiri persidangan di ruang sidang di Den Haag, Belanda, 29 November 2017. (ICTY via AP)

    Mahkamah Kejahatan Internasional mengambil keputusan akhir pada Rabu, 30 November 2017, terhadap enam terdakwa. Mereka adalah Jadranko Prlic, Bruno Stojic, Slobodan Praljak, Milivoj Petkovic, Valentin Coric dan Berislav Pusic.

    Salah satu dari enam terdakwa, Slobodan Praljak, tewas minum racun di depan majelis hakim ketika dia divonis hukuman penjara selama 20 tahun.Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, saat menghadiri persidangan di ruang sidang di Den Haag, Belanda, 29 November 2017. (Robin van Lonkhuijsen,Pool Photo via AP)

    Kematian Praljak sangat disesalkan oleh Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic. Dia mengatakan kepada media bahwa dirinya menyayangkan kematian komandan perang pasukan Kroasia Bosnia, dengan cara minum racun di Pengadilan Den Haag, Rabu, 29 November 2017.

    Baca: Kenapa Pengadilan Eks Yugoslavia Memicu Jenderal Ini Minum Racun?

    "Tindakannya sangat disayangkan sebagaimana kita lihat hari ini," ucap PM Kroasia ini seperti dikutip kantor berita Reuters, Rabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.