Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kenapa Pengadilan Eks Yugoslavia Memicu Jenderal Ini Minum Racun?

image-gnews
Seorang wanita muslim melihat peti mati kerabatnya yang menjadi korban Srebrenica 1995 yang akan dimakamkan di Potocari, Bosnia dan Herzegovina, 9 Juli 2016. Korban perang Bosnia 1992-95 merupakan kejahatan terbesar pada abad 21. AP/Amel Emric
Seorang wanita muslim melihat peti mati kerabatnya yang menjadi korban Srebrenica 1995 yang akan dimakamkan di Potocari, Bosnia dan Herzegovina, 9 Juli 2016. Korban perang Bosnia 1992-95 merupakan kejahatan terbesar pada abad 21. AP/Amel Emric
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Pengadilan Kriminal Internasional bekas Yugoslavia dibentuk pada Mei 1993 oleh Dewan Keamanan PBB untuk mengadili para pelaku kekejaman massal yang terjadi di Kroasia, Bosnia dan Herzegovina. Satu di antara pelaku adalah Jenderal Slobodan Praljak yang memilih minum racun daripada dibui selama 20 tahun. 

Konflik berdarah negara-negara bekas Yugoslavia ini menewaskan ribuan warga sipil akibat dibunuh, terluka, dan mengalami pelecehan seksual keji selama dalam tahanan di sejumlah kamp. Selain itu, ribuan orang dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh para pelaku kejahatan.

Baca: Mahkamah Internasional Hukum Seumur Hidup Penjagal Bosnia Serbia

Pengadilan Kriminal Internasional bekas Yugoslavia ini merupakan pengadilan kejahatan perang pertama yang dibentuk PBB berdasarkan Bab VII Piagam PBB.

Pengadilan Kriminal Internasional bekas Yugoslavia ini juga merupakan pengadilan perang internasional pertama setelah digelarnya pengadilan Nuremberg dan Tokyo usai Perang Dunia II.

Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, meminum racun di ruang sidang di Den Hague, Belanda, 29 November 2017. ICTY via REUTERS TV

Dari situs resminya, WWW.ICTY. ORG, disebutkan tujuan pengadilan ini adalah mengadili orang-orang yang paling bertanggung jawab atas kejahatan seperti pembunuhan, penyiksaan, perkosaan, perbudakan, pengrusakan properti, dan kejahatan lainnya yang diatur di Statuta Pengadilan.

Baca: Eks Panglima Bosnia Kroasia Tewas Minum Racun di Pengadilan

Dengan membawa pelaku ke ruang sidang, pengadilan bertujuan mencegah kejahatan seperti ini terjadi di masa depan dan memberikan keadilan bagi ribuan korban dan keluarga mereka, serta berkontribusi menghadirkan perdamaian abadi di negara bekas Yugoslavia itu.

Pengadilan yang berlokasi di Den Haag, Belanda, telah mengadili 161 orang meliputi kepala pemerintahan, perdana menteri, petinggi militer, sejumlah menteri, pejabat partai politik, pemimpin militer dan polisi.

Mereka didakwa atas kejahatan dari tahun 1991 hingga 2001 terhadap sejumlah kelompok etnis di Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Serbia, Kosovo dan Makedonia, bekas Republik Yugoslavia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ratko Mladic. (guardian)

Ratko Mladic merupakan terpidana ke 161 dalam daftar pengadilan. Mladic, arsitek kejahatan, dihukum seumur hidup pada tanggal 22 November 2017, mengutip Al Jazeera.

Adapun putusan Jenderal Slobodan Praljak tak sempat diketuk karena ia memilih meminum racun di ruang sidang saat hakim membacakan putusan pada Rabu, 28 November.

Praljak merupakan satu dari enam mantan pemimpin Bosnia Kroasia yang dijatuhi hukuman bersalah atas kejahatan kemanusiaan selama pecah perang negara-negara bekas pecahan Yugoslavia di awal tahun 1990.

Baca: Serbia Minta Maaf atas Pembantaian Muslim Bosnia

Lima pemimpin Bosnia Kroasia lainnya adlaah Bruno Stojic, Jadranki Prlic, Valentin Coric, Milivoj Petkovic, dan Berislav Pusic.

Praljak sebagai pemimpin militer Bosnia Kroasia saat itu menjabat sebagai asisten Menteri Pertahanan Kroasia dan panglima militer Bosnia Kroasia.

Dengan jabatan seperti itu, Praljak memainkan perang penting dalam mengamankan senjata dan amunisi dari Dewan Pertahanan Kroasia.

Hingga saat ini, pengadilan sudah menjatuhkan vonis kepada 84 terpidana dan 19 orang dibebaskan.

20 dakwaan ditarik dan 15 kasus diserahkan ke pengadilan negara masing-masing dan pengadilan PBB lainnya. Dan, sebanyak 17 terpidana tewas sebelum diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional eks Yugoslavia. 

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Novak Djokovic Hadapi Masalah Siku dalam Persiapan Menuju Prancis Terbuka

18 April 2023

Petenis asal Serbia, Novak Djokovic saat bertanding melawan Petenis asal Italia, Lorenzo Musetti dalam ATP Masters 1000 di Monte Carlo Masters, Monte-Carlo Country Club, Roquebrune-Cap-Martin, Prancis, 13 April 2023. REUTERS/Eric Gaillard
Novak Djokovic Hadapi Masalah Siku dalam Persiapan Menuju Prancis Terbuka

Novak Djokovic akan menghadapi petenis Prancis Luca Van Assche yang berusia 18 tahun pada Rabu, 19 April 2023.


Erdogan Kunjungi Tiga Negara Balkan, Ikut Hadiri Pembukaan Pusat Islam di Kroasia

6 September 2022

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara selama konferensi pers setelah KTT NATO, di Brussels, Belgia, 24 Maret 2022. REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo
Erdogan Kunjungi Tiga Negara Balkan, Ikut Hadiri Pembukaan Pusat Islam di Kroasia

Selama tur tiga hari Erdogan di Balkan, pertemuan bilateral akan diadakan di Sarajevo, Beograd dan Zagreb.


Luhut Sebut Iklim Investasi RI Kondusif, Banyak Negara Maju Tertarik Tanam Modal

12 Juni 2022

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Bosnia dan Herzegovina, Dr. Bisera Turkovic. FOTO/Instagram
Luhut Sebut Iklim Investasi RI Kondusif, Banyak Negara Maju Tertarik Tanam Modal

Menko Luhut mengatakan ke Menteri Luar Negeri Bosnia dan Herzegovina Bisera Turkovic bahwa banyak negara maju tertarik menanamkan modal di RI.


Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina Saling Jajaki Kerja Sama

10 Juni 2022

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Bosnia dan Herzegovina Bisera Turkovic pada Jumat, 10 Juni 2022. Sumber: dokumen Kemlu RI
Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina Saling Jajaki Kerja Sama

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan kemungkinan bisnis Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur Kemitraan Publik-Swasta Bosnia dan Herzegovina.


Perang Suriah, Wanita Bosnia dan Herzegovina Gelar Aksi

5 Maret 2018

Pengacara Suriah, Dima Musa, dalam acara jumpa pers yang digelar oleh kelompok Hati Nurani di Istanbul, Turki, pada 1 Maret 2018 [ihh.org.tr]
Perang Suriah, Wanita Bosnia dan Herzegovina Gelar Aksi

Perempuan Bosnia dan Herzegovina menuju Turki menggelar aksi solidaritas wanita korban perang Suriah. Mereka bagi pengalaman Bosnia dan Herzegovina.


Belanda Selidiki Racun yang Diminum Jenderal Slobodan Praljak

1 Desember 2017

Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, meminum racun saat menghadiri persidangan di ruang sidang di Den Haag, Belanda, 29 November 2017. (ICTY via AP)
Belanda Selidiki Racun yang Diminum Jenderal Slobodan Praljak

Polisi Belanda selidiki cara racun yang diminum Slobodan Praljak bisa masuk ke dalam ruang sidang pengadilan yang dibentuk Dewan Keamanan PBB ktu.


Parlemen Kroasia Heningkan Cipta untuk Korban Perang

30 November 2017

Gordan Jandrokovic. tportal.hr
Parlemen Kroasia Heningkan Cipta untuk Korban Perang

Anggota parlemen Kroasia mengheningkan cipta seusai Slobodan Praljak tewas akibat minum racun.


Mendagri Kroasia: Eks Pejabatnya Bukan Penjahat Perang

30 November 2017

Davor Bozinovic. Dnevnik.h
Mendagri Kroasia: Eks Pejabatnya Bukan Penjahat Perang

Menteri Dalam Negeri Kroasia minta kepada Mahkamah Kejahatan Internasional membebaskan bekas pejabatnya karena tak terlibat perang Bosnia Kroasia.


Jenderal Bosnia Kroasia Minum Racun daripada Dibui, Siapa Dia?

30 November 2017

Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, meminum racun di ruang sidang di Den Hague, Belanda, 29 November 2017. ICTY via REUTERS TV
Jenderal Bosnia Kroasia Minum Racun daripada Dibui, Siapa Dia?

Jenderal Bosnia Kroasia, Slobodan Praljak pilih minum racun daripada dibui selama 20 tahun. .


Mantan Panglima Bosnia Kroasia Tewas Minum Racun di Pengadilan

30 November 2017

Slobodan Praljak, seorang penjahat perang Bosnia-Kroasia, meminum racun di ruang sidang di Den Hague, Belanda, 29 November 2017. ICTY via REUTERS TV
Mantan Panglima Bosnia Kroasia Tewas Minum Racun di Pengadilan

Mantan panglima militer Bosnia Kroasia, Jenderal Slobodan Praljak, minum racun di Pengadilan Kriminal Internasional Yugoslavia di Den Haag dan tewas.