Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Rudal ICBM Korea Utara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melihat sebuah monitor jalanan yang menunjukkan sebuah laporan berita tentang peluncuran rudal Korea Utara, di Tokyo, Jepang, 29 November 2017. REUTERS

    Seorang pria melihat sebuah monitor jalanan yang menunjukkan sebuah laporan berita tentang peluncuran rudal Korea Utara, di Tokyo, Jepang, 29 November 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat untuk membahas peluncuran rudal balistik antarbenua atau rudal ICBM Korea Utara terbaru atas usul Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. 

    Seperti dilansir Channel News Asia pada 29 November 2017, anggota Dewan Keamanan PBB akan bertemu dalam sidang sesi terbuka pada Rabu, 29 November 2017, mulai pukul 16.30 waktu setempat.

    Baca: Korea Utara Siapkan Aksi Balasan atas Sanksi Dewan Keamanan PBB

    Sebelumnya, badan dunia tersebut dijadwalkan membahas kemajuan pelaksanaan tiga sanksi untuk Korea Utara guna membatasi program militer Pyongyang.

    Sejak November tahun lalu, Dewan Keamanan PBB melarang ekspor batu bara, besi, timbal, tekstil, dan makanan laut; melarang usaha patungan yang terbatas; dan membuat daftar hitam sejumlah entitas Korea Utara sebagai tanggapan atas uji coba rudal dan nuklir Korea Utara.

    Baca: Dihukum PBB, Pertumbuhan Ekonomi Korea Utara Malah Melaju Pesat  

    Korea Utara juga dilarang mempekerjakan orang asing dan ekspor minyak, khususnya dari Cina, mitra dagang utama Pyongyang.

    Di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, Korea Utara dilarang mengembangkan rudal dan kemampuan senjata nuklir. Namun Pyongyang berpendapat, persenjataan tersebut dibutuhkan untuk membela diri dari sikap Amerika yang bermusuhan.

    Peluncuran ICBM terbaru telah mengecewakan beberapa diplomat yang membuka pintu untuk bernegosiasi.

    Pada saat yang sama, ini adalah keberhasilan uji coba rudal ICBM Korea Utara ketiga yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat, meskipun para ahli mengatakan Pyongyang belum sepenuhnya menguasai teknologinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.