Demi Ketertiban, Arab Saudi Melarang Selfie di Masjidil Haram

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang jamaah melakukan selfie dengan memegang Ka`Bah saat menjalankan ibadah Haji Tawaf di Masjidil Haram, Mekkah, 21 September 2015. (AP Photo)

    Seorang jamaah melakukan selfie dengan memegang Ka`Bah saat menjalankan ibadah Haji Tawaf di Masjidil Haram, Mekkah, 21 September 2015. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi melarang jamaah melakukan selfie atau swafoto di depan Ka'bah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi, Madinah, demi ketertiban.

    "Selain selfie, jamaah dilarang membuat rekaman video atau foto di kedua tempat suci umat Islam tersebut," tulis Russia Today, Sabtu, 25 November 2017.Umat muslim melakukan tawaf atau mengelilingi kabah tujuh kali, saat bulan Ramadan di Masjidil Haram, Mekah, Juni 2016. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Baca: Arab Saudi Akan Naikkan Posisi Kiswah 3 Meter, Ini Alasannya

    Arab Saudi beralasan pelarangan tersebut demi menjaga ketertiban umum, terutama bagi jamaah yang sedang beribadah.

    Sebelumnya, warga Arab Saudi dan pengguna media sosial marah setelah seorang pria Israel menampilkan foto dirinya di dalam Masjid Nabawi, Madinah.

    Pria tersebut adalah Ben Tzion, 31 tahun. Lelaki kelahiran Rusia itu juga mengunggah foto perjalanannya melalui media sosial ketika mengunjungi Iran, Lebanon, Arab Saudi, dan Yordania.

    Kemarahan itu ditunjukkan dalam berbagai tulisan dengan hashtag berbahasa Arab, antara lain berbunyi #Zionis di Masjid Nabawi, #Zionis di Atas Mimbar Masjid Nabawi, #Seorang Zionis Adalah Imam Masjid Mekah.Ben Tzion di Masjid Nabawi, Madinah. timesofisrael.com

    Baca: Kebakaran di Masjidil Haram, 14 Orang Terluka  

    Keputusan Arab Saudi yang disampaikan melalui kantor Kementerian Luar Negeri pada 12 November 2017 tersebut mendapat tanggapan dari mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

    "Seharusnya jangan dilarang. Dulu sudah dilarang, kemudian dibolehkan, jadi sebaiknya jangan dilarang lagi," kata Din saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 24 November 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.