Korea Utara Gali Parit di Perbatasan Korea Selatan, Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara menggali parit dan menanam pohon di daerah di mana, pada tanggal 13 November, seorang pembelot melintasi perbatasan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membatasi Korea Utara dengan Korea Selatan, 22 November 2017. REUTERS

    Tentara Korea Utara menggali parit dan menanam pohon di daerah di mana, pada tanggal 13 November, seorang pembelot melintasi perbatasan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membatasi Korea Utara dengan Korea Selatan, 22 November 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -. Sejumlah pekerja Korea Utara tengah menggali tanah untuk membuat parit di zona demiliterisasi atau DMZ yang dikuasai Pyongyang.  Seorang diplomat Amerika Serikat untuk Korea Selatan, Marc Knapper telah mengunggah di Twitter gambar yang menunjukkan aktivitas penggalian parit di DMZ oleh tentara Korea Utara. 

    Gambar itu diunggah Knapper yang merupakan kuasa hukum di Kedutaan Amerika Serikat di Seoul setelah berkunjung ke DMZ pada Rabu, 22 November 2017. Dalam gambar itu terlihat 5 pria Korea Utara sibuk menggali tanah di tengah penjagaan ketat oleh tentara.

    Baca: Membelot, Prajurit Korea Utara Ditembak Pakai Pistol dan AK-47

    "Korea Utara telah menanam dua pohon dan sedang menggali parit di tempat seorang tentara mereka melarikan diri," tulisnya, seperti yang dilansir Newsweek pada 24 November 2017.

    Seorang diplomat lain yang mengunjungi tempat yang sama mengatakan bahwa dia juga melihat beberapa pekerja menggali parit.

    "Para pekerja diawasi ketat oleh tentara, tidak hanya 2 di foto tersebut, tapi ada beberapa lainnya di belakang bangunan," ungkap pejabat tersebut.

    Selain itu, sumber intelijen Korea Selatan juga mengungkapkan , Pyongyang telah memerintahkan pergantian sekitar 35 hingga 40 penjaga di perbatasan karena gagal mencegah pembelotan.

    Baca: Pembelot Korea Utara Suka Nonton Film Produksi Amerika

    Pada tanggal 13 November pembelot yang disapa Oh itu, melaju ke perbatasan dengan kendaraan off-road militer. Ia kemudian turun dari mobil dan berlari melintasi DMZ ke arah yang dikuasai Seoul.

    Tentara lainnya dari Korea Utara terlihat mengejarnya sembari melepaskan tembakan. Sebanyak 4 peluru tajam tertancap di tubuhnya.

    Dia kemudian dirawat di rumah sakit Universitas Ajou di Suwon, Korea Selatan. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan. Tim dokter juga menemukan bahwa Oh menderita penyakit tuberkulosis, hepatitis B, dan cacingan yang parah.

    Pria Korea Utara berusia 24 tahun, itu kini dalam kondisi stabil dan berbicara dengan para dokter tentang kesukaannya terhadap musik pop Korea Selatan dan film Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.