8 Alasan Kaum Sufi Jadi Target Teroris

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Mesir menari bersama saat penyanyi Sufi melantunkan lagunya dalam perayaan ulang tahun Sayyida Zeinab, di Kairo, Mesir, 12 Mei 2015. Sayyida Zeinab merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW. REUTERS

    Warga Mesir menari bersama saat penyanyi Sufi melantunkan lagunya dalam perayaan ulang tahun Sayyida Zeinab, di Kairo, Mesir, 12 Mei 2015. Sayyida Zeinab merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Sedikitnya 8 alasan ini menjelaskan pertanyaan kenapa Muslim Sufi sering menjadi target serangan para teroris? Peristiwa terbaru terjadi di Masjid kaum Sufi di Sinai Utara, Mesir kemarin saat sembahyang Jumat. Sedikitnya 235 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka. 

    ISIS diduga sebagai pelaku teror terhadap jammah Sufi di Sinau Utara, meski belum ada klaim resmi ISIS untuk menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror paling mematikan di Mesir.  

    Baca: Serangan Teror di Sinai Mesir Diduga Ditujukan untuk Muslim Sufi

    Berikut 8 alasan Muslim Sufi sering menjadi target teroris?

    1. Masjid Al Rahwdah di  Bir Al-Abed, sekitar 40 kilometer dari  kota Al Aris di Sinai Utara dikenal sebagai masjid yang dikunjungi Muslim Sufi.

    2. Jika diduga pelakunya ISIS, maka ISIS menganggap Sufi bukan penganut agama. 

    3. Menurut sejumlah analis, sufisme merupakan gerakan yang dikenal dengan mistisnya dan pendekatan introspeksi kepada Islam. ISIS menganggap Sufi sebagai ancaman yang datang dari kelompok non-militer.

    4. Islam Sufi menarik minat kaum muda karena pendekatannya yang sangat kuat tentang tindakan tanpa kekerasan dan identitasnya yang jelas. Sehingga ISIS yang ingin merekrut kaum muda menganggap kaum Sufi sebagai ancaman.

    "Kaum Sufi berhasil mengajak keluar ratusan orang muda dari kelompok teroris dalam artian militer tidak mampu melakukannya," kata Mohammad Sabry, jurnalis dan analis kepada Sky News, 25 November 2017. Menurut Sabry, bagi ISIS yang terpenting adalah menghancurkan ideologi Sufi.

    Baca: Serangan Teroris di Masjid Mesir, Korban Tewas Mencapai 235 Orang

    5. Ada sekitar 15 juta kaum Sufi di seluruh dunia termasuk pemimpin Al Azhar, otoritas tertinggi Islam di Mesir dan banyak keluarga Sufi ikut membangun sejarah politik negara-negara Arab.

    Adapun komunitas Sufi di Sinai telah berdiri sejak berabad-abad lalu. Mereka sudah lama berjuang melawan kelompok garis keras salafi seperti ISIS.

    "Hanya Sufi yang memiliki peralatan keagamaan, keahlian intelektual, dan kecerdikan politik untuk memberangus ISIS," ujar Sami Mobayed, analis, seperti dikutip dari Huffington Post.

    6. Para pemimpin kaum Sufi di Sinai bekerja sama dengan aparat di Mesir untuk memberangus pemberontak. Kaum Sufi hidup dalam damai meski menghadapi kesulitan seberat apapun.

    Baca: Korban Teror di Masjid Mesir Pendukung Presiden Sisi Basmi ISIS

    "Mereka juga salah satu komunitas yang paling setia pada negara Mesir," ujar Sabry.

    7. Dalam menghadapi ISIS, kaum Sufi pun menjadi korban pembantaian. Pada Mei lalu, milisi memenggal kepal pemimpin Sufi dengan menuduhnya sebagai penyihir.

    Lalu, pada November tahun lalu, 52 orang dari komunitas Sufi tewas dibunuh di Pakistan. Dan Februari lalu, sebanyak 83 kaum Sufi tewas diserang ISIS saat beribadah di rumah ibadah mereka di Pakistan.

    8. Dengan teror mengerikan di masjid Al-Rahwad, Mesir,  kemarin, 25 November 2017, menurut Sabry, dikhawatirkan teroris akan semakin brutal terhadap kaum Sufi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.