Paus akan Bertemu Aung San Suu Kyi dan Pengungsi Rohingya

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis memberikan ceramah di Katedral St. Matius, Washington, 23 September 2015. L'Osservatore Romano via AP

    Paus Francis memberikan ceramah di Katedral St. Matius, Washington, 23 September 2015. L'Osservatore Romano via AP

    TEMPO.COVatican City -- Paus Francis akan bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, Jenderal Min Aung Hlaing dan pengungsi warga minoritas Rohingya di Bangladesh.

    Rangkaian pertemuan ini akan dilakukan dalam kunjungan Paus, yang digelar sejak 26 Nopember hingga 2 Desember 2017.

    Baca: Wajah Muram Paus Fransiskus Saat Bertemu Donald Trump Jadi Viral

     
    Juru bicara Vatikan, Greg Burke, mengatakan pertemuan dengan Hlaing merupakan pertemuan tambahan. Ini setelah Kardinal Myanmar, Charles Maung Bo, bertemu Paus di Roma pada Sabtu pekan lalu.

    "Dia menyarankan Paus menambah satu pertemuan dengan jenderal ke dalam jadwal," begitu dilansir Reuters, Rabu, 22 Nopember 2017.

    Baca: Justin Trudeau Desak Paus Fransiskus Minta Maaf, Kenapa?

     

    Sejumlah lembaga yang memonitor Hak Asasi Manusia telah menuding militer Myanmar melakukan kejahatan termasuk pemerkosaan terhadap warga minoritas Rohingya. Ini dilakukan saat militer melakukan apa yang disebut sebagai operasi pembersihan menyusul serangan kelompok pemberontak terhadap sekitar 30 kantor polisi dan sebuah markas tentara.

    Pemerintah Myanmar telah membantah mayoritas tuduhan ini. Dan pada pekan lalu, militer Myanmar juga mengatakan investigasi internal tidak menemukan tentaranya melakukan tindak kejahatan. Sebelumnya, Paus akan bertemu dengan Suu Kyi secara terpisah di ibu kota Naypyitaw pada 28 Nopember 2017 sesuai jadwal.

    Burke mengatakan sekelompok pengungsi Rohingya akan hadir bersama Paus pada pertemuan antaragama untuk perdamaian di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Jumat, 1 Desember 2017. Sekitar 600 ribu warga minoritas Rohingya, yang mayoritasnya merupakan Muslim dan tinggal di negara bagian Rakhine, telah melarikan diri ke Bangladesh karena serangan militer Myanmar dan sekelompok milisi Budha garis keras. Ini terjadi sejak pertengahan Agustus lalu.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.