Penduduk Baghdad Mulai Kembali ke Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bhagdad:Setelah hampir sebulan lamanya mengungsi, kini sebagian besar penduduk Baghdad, Irak mulai kembali ke rumahnya. Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Khalil, warga Karrada Maryam. Kami sudah merasa aman, ujarnya. Kini ayah dengan tiga anak itu menempati rumahnya kembali bersama dua sepupunya. Kendati belum normal benar, Ahmad Khalil dan keluarganya tidak kesulitan mendapatkan bahan-bahan makanan. Maklum, mereka selain sudah menimbun beras, teh, kopi dan tepung roda perdagangan di kota yang hancur oleh gempuran tentara Amerika Serikat itu sudah berangsur menggelinding. Namun, untuk mendapatkan roti atau bahan makanan lain mereka harus antri karena tidak semua toko buka. Selain Ahmad, sejumlah penduduk yang tadinya mengungsi di hotel Palestine dan Sheraton juga kembali ke rumahnya. Seperti Mohaned, warga yang tinggal di Jalan 14 Ramadan terlihat buru-buru membayar tagihan hotelnya, Senin (14/4) pagi waktu setempat. Ia mengaku sudah tak takut lagi pulang ke rumah. Keluarga Mohaned mengungsi ke hotel, persis ketika perang kota sudah mulai. Takut terkena bom atau tembakan senapan mesin, ia segera menyelamatkan istri dan keempat anaknya. Soalnya, di depan rumah saya dipasangi karung pasir dan meriam kecil, katanya. Makanya, karena merasa sebagai penduduk sipil biasa, ia lebih memilih hengkang dari kampungnya. Ahmad mengatakan, penduduk Baghdad sudah lama mendambakan situasi semacam ini. Karena sejak perang Irak-Iran, hingga saat ini mereka selalu hidup menderita dan dalam tekanan perang. Agaknya, Irak sedang berada di titik kulminasi, apakah menuju perubahan yang lebih baik atau malah lebih diktator. (Rommy/Baghdad/TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.