Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria, 50 Jemaah Salat Subuh Tewas

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bom Mobil / kebakaran mobil. shutterstock.com

    Ilustrasi Bom Mobil / kebakaran mobil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Nigeria - Lebih dari 50 orang jemaah salat Subuh tewas akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan seorang remaja di masjid di Mubi, Adamawa, Nigeria. Saat peristiwa terjadi, masjid sedang dipenuhi Jemaah yang akan melaksanakan salat Subuh.

    Boko Haram, kelompok militan yang telah membunuh puluhan ribu orang dan mengungsikan jutaan orang di wilayah tersebut, diduga berada di balik serangan tersebut. Kelompok tersebut menggunakan anak-anak berusia lima tahun untuk melakukan ratusan serangan di pasar, pos pemeriksaan, dan masjid, dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peristiwa yang terjadi di masjid Madinah masih yang tertinggi.

    Baca: Bom Bunuh Diri ISIS Ledakkan Kedutaan Irak di Afganistan, 4 Tewas

    Dalam gambar yang beredar di media sosial pasca serangan bom bunuh diri, menunjukkan noda darah di lantai masjid, dan lubang menganga pada dinding masjid. Warga yang tinggal di sekitar masjid, Abubakar Sule, mengatakan kepada Agence France-Presse, ia baru saja keluar dari masjid saat mendengar ledakan.

    Setelah itu, ia bergegas ke tempat kejadian. “Saya berada disana saat penyelamatan berlangsung dan 40 orang meninggal di tempat. Sementara lainnya dibawa ke rumah sakit,” kata Abubakar, seperti dilansir dari The Guardian. 

    Baca: Bom Bunuh Diri di Pasar Lahore, Sedikitnya 25 Orang Tewas

    Seorang polisi Othman Abubakar mengatakan kepolisian masih berusaha memastikan jumlah korban luka karena saat ini sedang berada di rumah sakit. Ia pun belum bisa memastikan siapa pelaku bom bunuh diri. Namun, polisi sudah mempunyai nama yang diduga berada di balik serangan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.