Putin Bertelepon dengan Emir Qatar, Bahas Timur Tengah dan Suriah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, mendengarkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu saat parade militer selama perayaan Hari Angkatan Laut di St. Petersburg, Rusia, 30 Juli 2017. AP Photo

    Presiden Rusia Vladimir Putin, mendengarkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu saat parade militer selama perayaan Hari Angkatan Laut di St. Petersburg, Rusia, 30 Juli 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani telah berkomunikasi lewat telepon untuk membahas situasi di Timur Tengah. Kremlin mengungkapkan,  kedua pemimpin berkomunikasi melalui panggilan telepon pada Senin, 20 November 2017, seperti dikutip Reuters. 

    Keduanya dilaporkan membahas situasi Timur Tengah terutama di Suriah. Kedua pria tersebut mencatat keberhasilan dalam perang melawan "kelompok teroris" di Suriah dan prospek solusi politik untuk krisis di sana.

    Baca: Usai Temui Putin, Trump Hentikan Pelatihan Pemberontak Suriah

    Komunikasi antara Putin dan al-Thani berlangsung setelah militer Suriah yang didukung Rusia, mengumumkan kemenangan atas ISIS di negara tersebut pada Kamis, 9 November 2017, setelah berhasil merebut Abu Kamal, kota yang menjadi benteng terakhir pertahanan ISIS di Suriah.

    Meski begitu, serangan masih terus berlanjut untuk membersihkan sisa-sisa milisi ISIS di pinggiran kota. Saat ini jet-jet Rusia melanjutkan operasi untuk membersihkan para teroris dari daerah sekitar Abu kamal, sekitar 140 kilometer dari Deir ez-Zor. Abu Kamal dianggap sebagai benteng besar terakhir yang dimiliki ISIS di Suriah.

    Baca: Putin Restui Pasukan Rusia Bertahan di Suriah Selama 49 Tahun  

    Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Sabtu pengeboman oleh 6 jet Tu-22M3 menargetkan ISIS di dekat kota dan telah memasuki hari ketiga. Panggilan telepon dengan emir Qatar menunjukan Putin ingin terus menebarkan pengaruhnya di Timur Tengah.

    Sekitar dua tahun lalu,  Putin mengeluarkan pernyataan mengejutkan sambil menunjukkan data intelijen Rusia di hadapan negara-negara rekan G-20-nya mengenai pendanaan ISIS. 

    Baca: Di PBB, Putin: Hanya Assad dan Kurdi Serius Perangi ISIS  

    "Berdasarkan data kami tentang pembiayaan ISIS, uang tersebut, sebagaimana hasil pengamatan kami, berasal dari 40 negara dan ada beberapa anggota G-20 di antara mereka," kata Putin dikutip dari laman RT.com, Senin, 16 November 2015.

    Putin juga berbicara tentang kebutuhan mendesak untuk membekukan perdagangan minyak ilegal oleh ISIS. Ia mengatakan telah menunjukkan foto yang diambil dari angkasa dan dari pesawat, yang jelas menunjukkan ISIS menjalankan perdagangan ilegal produk minyak dan minyak bumi dalam skala besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.