Lagi, Upaya Rusia Lobi Trump Terungkap

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Menurut juru bicara Rusia, Trump dan Putin akan bertemu khusus di sela-sela KTT APEC. REUTERS/Jorge Silva

    Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Menurut juru bicara Rusia, Trump dan Putin akan bertemu khusus di sela-sela KTT APEC. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.COWashington -- Sebuah kabar mengenai upaya menjalin hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terungkap ke publik.

    Kabar ini muncul di tengah-tengah proses investigasi mengenai intervensi Rusia dalam pemilihan Presiden AS 2016 oleh penasehat khusus Kementerian Kehakiman AS, Robert S. Mueller III.

    Baca: Jika Donald Trump Beri Perintah Nuklir Ilegal, Militer akan Tolak

     

    "Seorang pejabat senior Rusia, yang mengklaim bertindak untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, mencoba mengatur pertemuan dengan Trump pada Mei 2016," begitu dilansir media New York Times, Jumat, 17 Nopember 2017. Media ini mengutip seorang sumber anonim yang mengaku telah melihat isi surat elektronik itu.

    Baca: Trump Tantang Clinton pada Pilpres AS 2020 karena ...

     

    Kabar mengenai usul pertemuan ini sampai ke tim kampanye Trump lewat jalan berliku. Seorang pengacara pembela isu-isu Kristen mengirimkan surat elektronik kepada tim kampanye Trump. Menurut surat ini, Alexander Torshin, yang merupakan deputi gubernur bank sentral Rusia, mengusulkan pertemuan dengan Trump.

    Surat elektronik ini berjudul "Russian backdoor overture and dinner invite" dan telah diserahkan ke tim investigasi Senat. Awalnya, surat elektronik ini diterima tim kampanye Trump dan diberikan kepada Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump. Namun Kushner menolak permintaan itu.

    Menurut New York Times, Meskipun Kushner menolak permintaan pertemuan itu, usulan dari Torshin ini menjadi contoh mengenai upaya intensif dari pemerintah Rusia untuk mengontak dan mempengaruhi kampanye Trump pada 2016. Saat itu Trump semakin dekat untuk memenangkan pencalonan sebagai kandidat Presiden dari Partai Republik.

    Upaya Torshin itu juga dilakukan beberapa pekan setelah ada upaya dari orang yang mengaku sebagai perantara Rusia untuk memberikan ribuan surat elektronik berisi kebusukan Hillary Clinton.

    Saat ini penasehat khusus dari Kementerian Kehakiman AS, Robert S. Mueller III, sedang menyelidiki kasus intervensi Rusia dalam pemilu Presiden AS 2016. Bekas ketua tim kampanye Presiden Donald Trump, Paul Manfort, dan anggota tim kampanye, Rick Gates, terkena proses hukum.

    Sedangkan seorang lainnya George Papopoulos, yang menjadi perantara soal surat email dari Rusia mengenai keburukan Hillary telah mengaku bersalah karena memberikan keterangan palsu kepada tim investigasi. Mueller belum mengeluarkan dakwaan yang langsung terkait Donald Trump.

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.