Protes Komentar Menlu Jerman, Arab Saudi Tarik Dubes dari Berlin

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi telah memanggil pulang duta besarnya di Jerman untuk berkonsultasi terkait pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, dalam sebuah pertemuan dengan mitranya dari Lebanon

    Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan pemerintah akan menyampaikan sebuah surat protes kepada duta besar Jerman di Riyadh mengenai komentar keterlaluan dan tidak adil oleh Gabriel.

    Baca: Investor Berharap Antikorupsi Arab Saudi Perbaiiki Iklim Bisnis

    Sigmar Gabriel saat bertemu menteri luar negeri Lebanon, Gebran Bassil, pada Kamis, 16 November 2017, mengatakan Jerman berdiri kokoh di pihak Lebanon.

    Baca:  Penasehat Pangeran Miteb Kritik Putra Mahkota Arab Saudi

     

    Pernyataan kontroversi Gabriel ini dikeluarkan saat keduanya membahas seputar pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri, yang tidak terduga saat berkunjung ke Arab Saudi pada 4 November.

    "Ucapan ini memicu kemarahan dan ketidaksetujuan Kerajaan Arab Saudi yang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak bertujuan dan berdasarkan informasi palsu, yang tidak akan membantu stabilitas di kawasan ini," demikian pernyataan kementerian luar negeri Arab Saudi, Sabtu, 18 Nopember 2017.

    Namun Arab Saudi meyakini pernyataan Gabriel tidak mewakili posisi resmi pemerintah Jerman, yang dianggap Kerajaan sebagai mitra terpercaya dalam perang melawan terorisme dan ekstremisme.

    "Dengan demikian, Kerajaan telah memutuskan untuk memanggil duta besar untuk Jerman guna berkonsultasi dan akan menyerahkan surat protes kepada duta besar Jerman untuk Kerajaan," begitu pernyataan kementerian Arab Saudi.

    Pengunduran diri tiba-tiba Hariri saat berada di Arab Saudi telah menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas Lebanon. Lebanon menuding Riyadh telah menahan Hariri, namun ini dibantah kerajaan.

    Hariri kini telah meninggalkan Arab Saudi bersama keluarganya dan tiba di Paris pada Sabtu pagi setelah diundang Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

    Dalam di akun Twitter-nya sebelum penerbangannya, Hariri mengatakan bahwa dia tidak ditahan Arab Saudi.

    "Berita tentang saya tidak diizinkan meninggalkan Arab Saudi adalah sebuah kebohongan. Saya sedang dalam perjalanan ke bandara Pak Sigmar Gabriel," tulis Hariri.

    Pengunduran diri Hariri telah menimbulkan kekhawatiran mendalam tentang stabilitas Lebanon, yang telah lama terbelah oleh ketidaksepakatan antara blok Hariri, yang didukung Arab Saudi, dengan saingan utamanya, gerakan Hizbullah yang didukung Iran.

    REUTERS | GULF NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.