Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Kronologi Kudeta Mugabe oleh Militer Zimbabwe

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe (90) (kanan), terjatuh saat berjalan di karpet merah, di Bandara Harare, Zimbabwe, 4 Februari 2015. Robert Mugabe telah menjabat sebagai presiden Zimbabwe sejak 1987. AP Photo
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe (90) (kanan), terjatuh saat berjalan di karpet merah, di Bandara Harare, Zimbabwe, 4 Februari 2015. Robert Mugabe telah menjabat sebagai presiden Zimbabwe sejak 1987. AP Photo
Iklan

TEMPO.CO, Harare -- Warga Zimbabwe terkejut ketika menyaksikan siaran televisi negara pada Rabu pagi, 15 Nopember 2017, ketika pembawa acara diisi pria berbaju loreng. Ini memicu spekulasi bahwa era kediktatoran Presiden Robert Mugabe selama 37 tahun telah berakhir lewat kudeta militer.

Juru bicara Angkatan Darat Mayor Jenderal SB Moyo mengatakan militer telah merebut kekuasaan untuk menangkap penjahat di sekeliling Presiden Robert Mugabe, yang menurutnya kini dalam kondisi aman dan sehat.

Baca: Presiden Mugabe Jalani Tahanan Rumah di Zimbabwe

Dia mengatakan tindakan militer, yang dipimpin Jenderal Constantino Chiwenga, disebut bukan sebgai upaya kudeta. Militer mengatakan itu adalah upaya menangkap penjahat di sekitar Mugabe untuk menenangkan situasi politik, sosial dan ekonomi negara itu.

Baca: Baca: Zimbabwe Dikabarkan Bentuk Pemerintahan Transisi

Dalam perkembangan terbaru, militer Zimbabwe mengatakan pihaknya telah menahan Menteri Keuangan Ignatius Chombo, yang dianggap bertanggung jawab atas kemiskinan negara itu.

Namun, situasi di negara ini jelas terlihat seperti sebuah kudeta ketika kendaraan militer berjaga di beberapa bagian ibukota. Sistem penyiaran negara juga dikendalikan oleh militer.

Sementara itu, Mugabe, yang ditahan di rumahnya bersama istrinya, Grace Mugabe, belum membuat  komentar atau pernyataan apapun.

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan telah mengungkapkan dia telah menghubungi Mugabe pada Rabu kemarin. Dia mengatakan Presiden Zimbabwe telah mengkonfirmasi penangkapannya namun menjelaskan  situasinya terkendali.

Krisis ini menyusul pergolakan politik pada awal bulan ini, yang dimulai pada 6 November, saat Mugabe memecat Wakil Presiden, Emmerson Mnangagwa. Pemecatan ini memicu keresahan karena Mnangagwa mendapat dukungan dari militer.

Tindakan Mugabe ini memicu spekulasi bahwa dia bersiap mengangkat istrinya, Grace, sebagai penggantinya. Grace Mugabe, 52, sangat tidak disukai para elit di negara itu. Sementara Mnangagwa menikmati dukungan luas di militer.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Proses transisi kekuatan militer masih belum jelas namun sejauh ini tidak ada bencana dan demonstrasi yang dilaporkan.

Kedutaan besar Inggris dan kedutaan besar Amerika Serikat di ibu kota Harare juga mengeluarkan perintah untuk melindungi warganya di lokasi yang aman dan selalu mengikuti perkembangan terakhir.

Kudeta itu juga dilakukan sepekan setelah Jenderal Constantino Chiwenga mengunjungi Cina.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina, Geng Shuang, mengamati dengan seksama situasi di Zimbabwe dan berharap pihak-pihak terkait dapat menangani urusan domestik Zimbabwe dengan baik.

Meski situasinya masih belum jelas, ini merupakan cerminan bahwa pemerintahan Mugabe akan segera berakhir.

Setelah pengambilalihan kekuasaan oleh militer, polisi nasional telah memanggil semua petugas yang tengah cuti. Semua polisi yang cuti diperintahkan untuk segera kembali ke jabatan mereka. Namun semua gudang senjata, termasuk milik polisi di Harare, telah dikuasai militer.

"Gudang senjata, semua gerbang dan jalan yang menuju atau keluar dari perkemahan di jaga militer. Jalan Arcturus ditutup dan semua petugas bersenjata telah dilucuti senjata," kata seorang sumber, seperti dikutip Independent pada 16 November 2017.

Mugabe, seorang politisi veteran Afrika, telah memerintah Zimbawe selama 37 tahun. Meski mendapat pujian di benua Afrika, Mugabe dikritik Barat sebagai penguasa bertangan besi, yang lalai mengelola ekonomi negara. Dia juga diketahui senang menggunakan kekerasan agar tetap berkuasa sehingga merusak Zimbabwe, negara yang paling berpotensi Afrika.

INDEPENDENT

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Operasi Jagratara, Imigrasi Soekarno-Hatta Tangkap 3 WNA Asal Zimbabwe dan Nigeria

29 Desember 2023

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menangkap 3 WNA dalam operasi Jagratara.Jumat, 29 Desember  2023. AYU CIPTA I TEMPO
Operasi Jagratara, Imigrasi Soekarno-Hatta Tangkap 3 WNA Asal Zimbabwe dan Nigeria

Operasi pengawasan WNA ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan berada di bawah kendali Direktorat Jenderal Imigrasi.


India Ganti Nama, Ini 10 Negara yang juga Pernah Ganti Nama

15 September 2023

Modi menggunakan 'Bharat' untuk papan nama G20, bukan India, di tengah baris perubahan namaLayar raksasa menampilkan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pusat Media Internasional, saat ia duduk di belakang tanda negara bertuliskan
India Ganti Nama, Ini 10 Negara yang juga Pernah Ganti Nama

India ganti nama menjadi Bharat. Ingin menghapus jejak penjajahan Inggris


Kereta Safari Ini Membawa Wisatawan Masuk ke Hutan Zimbabwe

17 Juli 2023

Kereta Safari di Zimbabwe (Instagram/@imvelosafarilodgeszim)
Kereta Safari Ini Membawa Wisatawan Masuk ke Hutan Zimbabwe

Elephant Express membawa pengunjung melewati jalur indah sepanjang 70 kilometer untuk menyaksikan binatang liar di hutan Zimbabwe.


Celios Beberkan Negara Terkena Jebakan Utang China, Bagaimana di Indonesia?

16 Juni 2023

Ilustrasi Hutang. shutterstock.com
Celios Beberkan Negara Terkena Jebakan Utang China, Bagaimana di Indonesia?

Jebakan utang China itu sebenarnya terjadi bukan tanpa dasar, dan memang sudah beberapa kali terjadi di negara berkembang.


Lakukan Perbuatan yang Tidak Patriotik di Zimbabwe Terancam Penjara 20 Tahun

2 Juni 2023

Ilustrasi napi di penjara. Shutterstock
Lakukan Perbuatan yang Tidak Patriotik di Zimbabwe Terancam Penjara 20 Tahun

Parlemen Zimbabwe meloloskan sebuah RUU yang akan menjatuhkan hukuman penalti untuk tindakan-tindakan yang dianggap tidak patriotik.


Jelang KTT Afrika, AS Umumkan Sanksi terhadap Putra Presiden Zimbabwe

13 Desember 2022

Emmerson Mnangagwa Jr. Foto : Istimewa
Jelang KTT Afrika, AS Umumkan Sanksi terhadap Putra Presiden Zimbabwe

Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap Emmerson Mnangagwa Jr, putra Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa


Mengenal Kalimba, si Piano Jempol Alat Musik dari Afrika Selatan

6 November 2022

Musisi tampil di jalanan kota Vilnius untuk merayakan peringatan Hari Musik Jalanan (Street Music Day), di Lituania, 18 Juli 2020. Xinhua/Alfredas Pliadis
Mengenal Kalimba, si Piano Jempol Alat Musik dari Afrika Selatan

Kalimba merupakan bentuk modern dari alat musik Mbira. Alat musik ini berasal dari Afrika Selatan yang dipopulerkan ke penjuru dunia oleh Hugh Tracey. Tracey adalah etnomusikolog asal Inggris yang banyak mempelajari dan mengarsipkan musik tradisional Afrika Selatan dan Afrika Tengah.


Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

21 September 2022

Penelitian tentang kenapa bebek berenang dalam formasi satu baris memenangkan Hadiah Ig Nobel bidang Fisika 2022. YouTube
Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

Ig Nobel diberikan kepada penelitian-penelitian yang dianggap paling aneh, konyol dan unik yang membuat 'tertawa namun kemudian berpikir'.


Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

7 September 2022

Mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe.[REUTERS]
Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

Pada 1960 Robert Mugabe bergabung dengan partai pro-kemerdekaan Rhodesia, National Democratic Party dan menjadi sekretaris publisitasnya.


Pembalut Terlalu Mahal, Perempuan di Zimbabwe Terpaksa Pakai Kotoran Sapi saat Haid

17 Juli 2022

Ilustrasi pembalut. Freepik.com
Pembalut Terlalu Mahal, Perempuan di Zimbabwe Terpaksa Pakai Kotoran Sapi saat Haid

Pakar kesehatan Zimbabwe menyebut praktik menggunakan kotoran sapi sebagai pembalut dapat memicu infeksi hingga tanda awal kanker rahim