Militer Kuasai Ibukota Zimbabwe, Diduga Mau Kudeta Mugabe

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Zimbabwe President Robert Mugabe, tertidur saat acara makan malam  Afrika-Prancis di Bamako, 17 Januari 2017. AFP PHOTO / SEBASTIEN RIEUSSEC

    Presiden Zimbabwe President Robert Mugabe, tertidur saat acara makan malam Afrika-Prancis di Bamako, 17 Januari 2017. AFP PHOTO / SEBASTIEN RIEUSSEC

    TEMPO.CO, Jakarta - Zimbabwe tegang seperti sedang menghadapi upaya kudeta militer pada hari Rabu pagi, 15 November 2017. Pasukan tentara hilir mudik dengan senjata lengkap di jalan-jalan di Harare, ibukota Zimbabwe tanpa tujuan pasti.  Dua jam kemudian mereka menguasai tempat-tempat vital seperti stasiun penyiaran lokal, ZBC Zimbabwe dan memerintahkan staf radio meninggalkan gedung.

    Tak lama  kemudian  terdengar suara  ledakan, tidak diketahui asal ledakan. 

    Baca: Turun ke Jalan, Ribuan Rakyat Zimbabwe Desak Mugabe Mundur

    "Segera setelah itu, tiga ledakan kuat mengguncang ibu kota Afrika Selatan," kata saksi, seperti yang dilansir Reuters pada 15 November 2017.

    Belum ada informasi resmi yang menjelaskan apa yang sedang terjadi di Zimbabwe. Namun muncul desas-desus ketegangan terjadi antara Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe bersama partai pendukungnya, ZANU-PF dengan Panglima militer Jenderal Constantino Chiwenga.

    Ketegangan ini dipicu oleh Mugabe yang memecat wakil presiden, Emmerson Mnangagwa pekan lalu. Mugabe yang sudah berkuasa selama 37 tahun menuduhnya merancang kudeta melalui sihir. 

    Baca: Sebut Tanggal Kematian Diktator Mugabe, Pastor Ini Ditangkap

    Mnangagwa yang mendapat dukungan militer dan dianggap berpotensi sebagai calon presiden menggantikan Mugabe, kemudian melarikan diri  ke luar negeri dengan alasan nyawanya terancam. 

    Aksi tentara turun ke jalan-jalan di Harare lengkap dengan tank dan perlengkapan militer lainnya terjadi 24 jam setelah Panglima militer Jenderal Constantino Chiwenga mengeluarkan ancaman untuk menyerang partai pendukung Mugabe, ZANU-PF yang diduga akan membersihkan sekutunya di dalam partai itu. 

    Chiwenga menantang Mugabe bahwa tentara siap bertindak untuk menghentikan pembersihan semena-mena di dalam tubuh partai Zanu-PF yang dipimpin Mugabe. 

    Baca: Pesta Ultah Presiden Mugabe Habiskan Rp 13,4 Miliar

    Belum ada pernyataan mengenai nasib Mugabe, 93 tahun atas aksi unjuk kekuataan militernya di kota Harare. 

    Sebelumnya, Duta besar Zimbabwe untuk Afrika Selatan, Isaac Moyo, menolak dugaan keterlibatan kudeta tersebut, dan malah menyalahkan media sosial karena menyebarkan informasi palsu.

    "Sebenarnya tidak ada yang terjadi, itu hanya klaim yang menyebar melalui media sosial," kata Moyo.

    Ketegangan ini menimbulkan kegelisahan di Zimbabwe  karena baru pertama kali mereka melihat permusuhan terbuka antara Mugabe dan militer.  Padahal selama berkuasa,  militer telah menjadi pilar utama kekuatan Mugabe sejak kemerdekaan dari pemerintahan minoritas kulit putih pada tahun 1980. Dan Mugabe menjadi presiden tertua dan terlama berkuasa di dunia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.