Senin, 18 Juni 2018

Dijerat Korupsi, PengusahaTerkaya Kedua Arab Saudi Ditangkap

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Mohammed bin Salman memimpin lembaga anti korupsi yang baru dibentuk. Kampanye antikorupsi inimerupakan bagian dari upaya konsolidasi Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. AFP/FAYEZ NURELDINE

    Putra Mahkota Mohammed bin Salman memimpin lembaga anti korupsi yang baru dibentuk. Kampanye antikorupsi inimerupakan bagian dari upaya konsolidasi Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. AFP/FAYEZ NURELDINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi menangkap anggota keluarga kerajaan yang diduga menghasilkan kekayaan dengan korupsi dan monopoli. Kali ini yang ditangkap adalah pengusaha kaya raya, Mohammed Hussein Al-Amoudi, investor asing utama Etiopia.

    Dia ditangkap dan ditahan di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, yang berfungsi sebagai rumah tahanan, pekan lalu. Al-Amoudi, yang berayah warga Arab Saudi dan ibu dari Etiopia, ditahan untuk menunggu langkah selanjutnya oleh pihak berwenang Saudi.

    Baca: Ini 2 Sosok Utama Pemburu Koruptor Arab Saudi

    Al-Amoudi diperkirakan memiliki total kekayaan US$ 10,9 miliar. Dia merupakan investor dan kontraktor utama pembangunan proyek bendungan bernilai jutaan dolar di Etiopia. 

    Al-Amoudi menginvestasikan uang US$ 88 juta untuk membangun Bendungan Renaissance Etiopia. Proyek ini pertama kali diluncurkan mendiang Perdana Menteri Etiopia, Meles Zenawi.

    Baca: Pangeran Alwaleed, Miliader Arab yang Ditangkap karena Korupsi

    Seperti yang dilansir Middle East Monitor, Al-Amoudi dianggap orang terkaya di Etiopia dan orang terkaya kedua di Arab Saudi, setelah Pangeran Al-Waleed bin Talal, yang juga ditangkap pekan lalu. 

    Al-Amoudi memiliki berbagai macam perusahaan di bidang konstruksi, energi, pertanian, pertambangan, hotel, perawatan kesehatan, dan manufaktur.

    Larangan terbang juga telah dikeluarkan untuk Al-Almoudi menyusul pembersihan besar-besaran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang dipimpin putra mahkota Mohammed bin Salam bekerja sama dengan Kejaksaan Agung. Pasukan keamanan di beberapa bandar udara Arab Saudi juga sudah mengeluarkan larangan kepada pemilik pesawat jet pribadi lepas landas tanpa izin.

    Baca: Arab Saudi Bekukan 1.200 Rekening Bank Tersangka Korupsi

    Sudah 11 pangeran Arab Saudi, empat menteri, dan puluhan mantan menteri yang ditangkap dan ditahan dalam kasus korupsi. Sekitar 500 orang diperkirakan sudah dijebloskan ke tahanan. Tuduhan terhadap mereka meliputi pencucian uang, penyuapan, pemerasan, dan mengambil keuntungan dari jabatan publik untuk keuntungan pribadi.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.