Senin, 18 Juni 2018

Harapan dari Pertemuan Trump - Duterte: Jauh Panggang dari Api

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump berbicara dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN  di Manila, Filipina, 12 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Donald Trump berbicara dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN di Manila, Filipina, 12 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan Donald Trump dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila hanya diwarnai dengan saling memberi pujian. Keduanya kemudian membahas tentang ketidaksukaan mereka terhadap mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Topik yang dibahas kedua pemimpin negara itu diluar harapan semua pihak.

    Tadinya, Trump diharapkan menekan Duterte  sehubungan kebijakan perang narkobanya yang dituding melanggar hak asasi manusia.

    Baca: Trump Desak Semua Negara Bersatu Kucilkan Korea Utara

    Juru bicara Duterte, Harry Roque mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 40 menit dan Trump tidak sedikitpun menyinggung masalah hak asasi manusia. Justru keduanya mendiskusikan ketidaksukaan mereka terhadap Obama.

    "Isu hak asasi manusia tidak muncul. Pertemuan keduanya sangat jujur, hangat dan bersahabat. Keduanya juga memiliki perasaan yang sama terhadap Obama, yang mengkritik Trump dan Duterte," kata Roque, seperti yang dilansir Guardian pada 13 November 2017.

    Kelompok hak asasi manusia telah meminta Trump untuk mengakhiri perjalanannya di Asia dengan sebuah pernyataan yang kuat melawan perang narkoba Duterte yang dicurigai telah membunuh ribuan orang secara ilegal.

    Baca: Donald Trump dan Duterte Bertemu di Gala Dinner Asean

    "Kami memiliki hubungan yang bagus. Ini sangat berhasil, "kata Trump kepada Duterte dalam sambutan pembukaan pada pertemuan itu.

    Trump memuji Duterte atas persiapan penyelenggaraan KTT tersebut, dengan mengatakan bahwa dia menanganinya dengan baik.

    "Saya sangat menikmati berada di sini," kata Trump.

    Bahkan ketika ditanya tentang apakah keduanya mengangkat isu hak asasi manusia, Duterte dengan nada bercanda menyebut media sebagai "mata-mata", dan tidak menjawab.

    Baca: Duterte Ancam Penggal Kepala Aktivis Anti Perang Narkoba

    Isu-isu keamanan seperti sengketa Laut Cina Selatan juga tidak dibahas dalam pertemuan resmi pertama kedua pemimpin tersebut.

    Donald Trump, presiden ke 45 Amerika Serikat itu berada di Filipina selama dua hari untuk mengikuti KTT ASEAN sekaligus mengakhiri rangkaian tur 12 harinya di 5 negara Asia, yang didominasi pembahasan seputar krisis nuklir Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.