Selasa, 25 September 2018

Bob Geldof Tuding Aung San Suu Kyi Terlibat Genosida Rohingya

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bob Geldof bersama kedua putrinya Pixie (kiri) dan Peaches di London, pada Febuari 2006.  Bob juga menulis,

    Bob Geldof bersama kedua putrinya Pixie (kiri) dan Peaches di London, pada Febuari 2006. Bob juga menulis,"Menulis ini sangat menghancurkan saya, Ia anak yang cantik. Bagaimana mungkin kami tidak bisa melihatnya lagi? Bagaimana kami dapat menahannya? Kami mencintainya dan akan mengenang Peaches selamanya. AP/PA, Yui Mok

    TEMPO.CO, Dublin -- Bob Geldof akan mengembalikan penghargaan "Freedom of the City of Dublin" pada Senin waktu setempat sebagai bentuk protes krisis kemanusiaan Rohingya karena pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, itu juga pernah mendapat penghargaan sama.


    Aktivis politik, yang juga vokalis kelompok band rock Irlandia Boomtown Rats, ini mengatakan dia akan menjadi orang hipokrit kalau mau berbagi kehormatan dengan,"Orang yang telah menjadi anggota komplotan pembunuh dan pelaku genosida."

    Baca: Pengungsi Rohingya Ragu Keselamatannya di Myanmar

     

    Dalam pernyataannya, Geldof, 66, mengatakan,"Keterkaitan dirinya (Suu Kyi) dengan kota kita mempermalukan kita semua. Kita telah menghormatinya tapi sekarang dia malah mengejutkan kita dan membuat kita malu."

    Seperti dilansir Guardian, Senin, 13 Nopember 2017, Geldof menambahkan,"Singkatnya, saya tidak ingin terkait dengan cara apapun dengan individu yang saat ini terlibat dalam pembersihan etnis Rohingya, yang bermukim di daerah barat laut Myanmar.

    Baca: Aktivis HAM AS: IniTestimoni Sona Rohingya Korban Militer Myanmar


    Geldof mengatakan dia adalah seorang pendiri organisasi Aegis Trust, yang berjuang mencegah genosida dan membuat kajian soal ini.
    Geldof menjelaskan para pendiri organisasi ini juga pendiri National Holocaust Museum di United Kingdom. Dia mengaku kerap menghadiri berbagai kegiatan seminar dan advokasi terhadap orang-orang yang menjadi korban pembersihan etnis.


    Pria berambut acak ini dilahirkan di County Dublin dan telah mendapat penghargaan karena menjaga kebebasan kota itu sejak 2005. Dia mengaku sebagai seorang Dublin yang bangga namun tidak bisa memegang penghargaan ini berdampingan dengan Suu Kyi.


    Geldof mengatakan jika penghargaan terhadap Suu Kyi dicopot maka dewan bisa mempertimbangkan kembali menganugerahinya penghargaan ini. "Penghargaan ini sangat saya banggakan," kata dia.


    Ada 82 orang tokoh termasuk Nelson Mandela, Bill Clinton, dan Barack Obama yang pernah mendapat penghargaan ini sejak diluncurkan 1876. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang dianggap berjasa mempromosikan atau berkontribusi terhadap kota Dublin, Irlandia.


    Sebelumnya, beberapa penghargaan terhadap Aung San Suu Kyi juga dicopot atau akan dievaluasi terkait sikapnya yang dinilai membiarkan  krisis kemanusiaan Rohingya. Misalnya, lukisan Suu Kyi sebagai mahasiswa Oxford diturunkan pada bulan lalu. Akademi St Hugh's Colleg memindahkan foto besar Suu Kyi dari pintu gerbangnya menjelang dimulainya masa perkuliahan.

    GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.