Duterte Menyanyikan Lagu Cinta atas Perintah Trump

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump bersulang dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN  di Manila, Filipina, 12 November 2017. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Presiden Donald Trump bersulang dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN di Manila, Filipina, 12 November 2017. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyanyikan lagu cinta terkenal Filipina saat jamuan santap malam kenegaraan untuk para pemimpin Asia, termasuk tamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Belakangan, Duterte mengaku menyanyikan lagu itu karena diminta Trump. Acara bersantap pada Ahad malam itu dihadiri 19 pemimpin dari berbagai negara. Acara itu digelar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Association of Southeast Asian Nations di Manila.

    Para pemimpin, termasuk dari Cina, Rusia, Jepang, Kanada, dan Korea Selatan, mengenakan pakaian tradisional kemeja panjang putih kecokelatan. Dalam acara itu, Duterte mengambil mikrofon dan menyanyikan lagu berjudul Kamu (Ikaw) sambil berduet dengan diva lokal, Pilita Corrales. Salah satu bagian lagu itu berbunyi, "Kau adalah cahaya di duniaku, setengah hati milikku."

    Setelah bernyanyi, seperti dijelaskan ABS-CBN, Duterte menuturkan, "Tuan dan Nyonya, saya bernyanyi atas perintah Kepala Komandan Amerika Serikat."

    Baca: Donald Trump dan Duterte Bertemu di Gala Dinner ASEAN

    Duterte, yang terkadang dijuluki "Trump dari Timur" karena gayanya yang cenderung vulgar dan kasar, memang dijadwalkan bertemu dengan Trump di sela-sela acara puncak KTT ASEAN, yang mulai berlangsung hari ini.

    Baca: Di Jepang, Duterte Kutuk Senjata Nuklir dan Rudal Korea Utara

    Filipina merupakan bekas koloni Amerika dan keduanya memiliki hubungan dekat sejak berakhirnya Perang Dunia II. Namun belakangan hal itu berubah karena gaya ceplas-ceplos dan kasar dari Duterte, yang terlihat bersemangat membangun hubungan dengan Cina dan Rusia.

    Pada pekan lalu, Duterte mengatakan akan menyampaikan kepada Trump untuk tidak membicarakan isu hak asasi manusia jika isu tersebut diangkat. Ini terkait dengan kebijakan Duterte dalam memerangi narkoba dengan menembak mati para pengedar, yang telah menelan korban jiwa sekitar 3.900 orang. Pemerintah Filipina beralasan tindakan itu bagian dari pembelaan polisi saat bertugas. Namun para aktivis hak asasi manusia mengatakan hal tersebut merupakan tindakan eksekusi tanpa dasar hukum dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

    GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.