Rabu, 26 September 2018

Demi Hariri, Ribuan Warga Lebanon Lari Marathon

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita Lebanon memegang poster yang mendukung Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri untuk kembali dari Arab Saudi di Beirut, Lebanon, 12 November 2017. AP

    Wanita Lebanon memegang poster yang mendukung Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri untuk kembali dari Arab Saudi di Beirut, Lebanon, 12 November 2017. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga Lebanon mengikuti lari marathon tahunan sebagai bentuk solidaritas untuk Saad Hariri yang mengundurkan diri di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu.

    Lomba olahraga tersebut, menurut laporan Al Jazeera, berubah menjadi ajang politik.

    "Para peserta meminta Hariri kembali ke Lebanon setelah menyatakan mengundurkan diri," tulis Al Jazeera.

    Baca: Lebanon Minta Arab Saudi Klarifikasi Penahanan Hariri

    PM Libanon, Saad Hariri. (Future TV via AP)

    Hariri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Lebanon di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu 4 November 2017.

    Dalam pidato pengunduran dirinya dia merasa jiwanya terancam seperti ayahnya, Rafik Hariri, yang tewas dibunuh pada 2005.

    Pria 47 tahun itu juga menuding Iran dan Hizbullah menjadi biang kisruh di Lebanon. Kendati demikian, Hariri berjanji akan kembali ke Lebanon.

    "Saya akan kembali ke Beirut dalam waktu beberapa hari yang akan datang," kata Hariri dalam wawancara dengan televisi Future TV, Ahad, 12 November 2017.

    Menurut Hariri, pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri menimbulkan kejutan positif di Lebanon.Saad al-Hariri. REUTERS

    Semula pengunduran diri Hariri yang ditolak oleh Presiden Michel Aoun dan Hizbullah itu dikhawatirkan menimbulkan gejolak politik.

    Baca: Hariri Tuding Iran Biang Kisruh di Lebanon

    Namun lomba lari maraton pada Ahad, 12 November 2017, kemarin pagi waktu setempat itu berlangsung damai. Jalan-jalan di Beirut, Lebanon, aman dan menunjukkan persatuan warga.

    AL JAZEERA | CHINA.ORG

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.