Rusia Sebut Korea Utara Siap Serang Amerika Serikat dengan Nuklir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ledakan bom nuklir. news.com.au

    Ilustrasi ledakan bom nuklir. news.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Rusia mengatakan Korea Utara telah siap melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat.

    Ini terungkap melalui surat yang dikirim delegasi parlemen Korea Utara melalui juru bicara majelis tinggi Rusia, Valentina Matvienko, kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Baca: Korea Utara Tuding Tur Asia Trump Memicu Perang Nuklir

     

    Seorang sumber mengungkapkan isi surat itu menyatakan Pyongyang siap melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat.Namun
    juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan dia tidak mengetahui adanya sepucuk surat yang dikirim dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kepada Vladimir Putin, pada Sabtu, 11 November 2017.

    Baca: Kompak! Intel AS dan Cina Bilang Ini Soal Sanksi Korea Utara

     

    Perkembangan ini terjadi sesaat setelah sumber yang dekat dengan perundingan Oktober mengatakan Washington mengubah pendiriannya mengenai masalah Korea Utara setelah diberitahu tentang isi surat itu.

    Surat itu, kata Valentina Matvienko, diserahkan kepadanya oleh delegasi Korea Utara di majelis Inter-Parliamentary Union yang diadakan pada awal Oktober.

    Sejauh ini sikap Rusia dan Cina sama mengenai krisis nuklir Korea Utara yaitu Moskow dan Beijing menyerukan dialog.

    Presiden Putin juga mengatakan penting untuk menghentikan retorika, lalu menghentikan semua sikap agresif dari semua pihak, dan segera duduk di meja perundingan untuk menemukan solusi atas krisis yang sedang berlangsung.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam kunjungannya ke negara-negara Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, Filipina, Vietnam dan Cina, mengharapkan Vladimir Putin dapat membantu mengatasi krisis Korea Utara.

    Situasi di Semenanjung Korea telah memburuk tajam dalam beberapa bulan terakhir karena Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

    SPUTNIK NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.