Selasa, 23 Oktober 2018

Rusia Deteksi NATO Kembangkan Senjata Nuklir di Perbatasan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Rex via mirror.co.uk

    Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Rex via mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia mendeteksi peningkatan aktivitas NATO, Pakta Pertahanan Atlantik Utara untuk mengembangkan senjata nuklir di perbatasannya. NATO menutupi aktivitasnya itu dengan mempersoalkan latihan militer Rusia dengan Belarus yang disebut Zapad-2017 karena dianggap mengancam negara-negara di Eropa Timur. 

    "Laporan agresif yang dibuat oleh media Barat seputar latihan Zapad-2017 hanyalah pengalihan untuk menutupi peningkatan aktivitas pasukan NATO di dekat perbatasan Rusia dan Belarus" kata Sergei Shoigu, Menteri Pertahanan Rusia, seperti yang dilansir Sputnik News pada 10 November 2017.

    Baca: NATO Klaim Cegat Pesawat Tempur Rusia, Namun Ternyata ...

    NATO secara signifikan telah meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan Rusia sejak tahun 2014 dengan dalih ancaman dari Moskow terhadap anggota aliansi timur setelah konflik dalam negeri Ukraina pecah. 

    Shoigu mengeluarkan pernyataan bahwa NATO sedang membangun senjata nuklirnya di perbatasan Rusia - Belarus setelah keputusan NATO untuk meningkatkan aktivitas pasukannya di Eropa untuk merespons latihan perang Zapad-2017.

    Baca: Balas NATO, Rusia Tempatkan Senjata Nuklirnya di Kaliningrad  

    Beberapa negara anggota NATO di wilayah timur Erpopa  berulang kali menyuarakan keprihatinan atas latihan militer Zapad-2017 yang diadakan pada 14 hingga 20 September 2017 di Rusia dan Belarus. Negara- negara itu mengklaim tentara Rusia yang ditempatkan di Belarus untuk latihan tersebut, tetap tinggal di Belarus setelah berakhirnya latihan. Hal ini menjadi  ancaman bagi keamanan wilayah itu.

    Pejabat Rusia dan Belarus  telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, mengatakan bahwa latihan yang direncanakan itu murni untuk pertahanan  dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara Eropa Timur. Selain itu, Rusia dan Belarus mengundang para ahli NATO dan wartawan asing untuk memantau latihan tempur Zapad-2017.

    Baca: NATO Pergi, Putin Siap Kirim Pasukan ke Afganistan  

    Adapun Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, meningkatnya jumlah militer NATO di Eropa Timur di tengah munculnya kritik terhadap latihan militer  Zapad-2017 Rusia-Belarus  justru tidak mendapat perhatian. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.