Rabu, 26 September 2018

Qatar Airways Tujuan Bali Turunkan Penumpang Ngamuk di India

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Pesawat Qatar Airways terpaksa mendarat di Chennai, India gara-gara seorang penumpangnya mengamuk tak terkendali setelah menemukan bukti suaminya selingkuh. Bukti ditemukan saat pasangan ini dalam penerbangan dari Doha menuju Bali, Denpasar.

    Kisah ini berawal ketika sepasang suami istri warga Iran bersama anaknya terbang menggunakan pesawat Qatar Airways nomor penerbangan QR-962 dari Doha menuju Bali pada 5 November 2017.

    Satu jam setelah lepas landas, suaminya tertidur pulas. Istrinya secepatnya mengambil telepon genggam suaminya yang terkunci dan menekan jari tangan suaminya ke layar telepon seluler agar dapat mengecek isi telepon seluler suaminya.

    Baca: Krisis Arab Saudi - Qatar, Indonesia Cari Pengganti Qatar Airways

    Ia pun memeriksa isi dalam telepon suaminya dan menemukan bukti suaminya telah selingkuh. Ia kemudian mengamuk. Kru pesawat yang mencoba menenangkan perempuan itu, malah mendapat perlakuan tak pantas.

    "Menyaksikan situasi yang tak terkendali ini, kru memutuskan mendarat di Chenai untuk mengeluarkan perempuan itu bersama suami dan anak mereka. Pilot mengalihkan penerbangan ke Chennai. Pesawat kemudian terbang menuju Bali dan meninggalkan mereka di India," kata seorang pejabat Qatar Airways seperti dikutip dari Al Arabiya, 7 November 2017.

    Sesuai jadwal penerbangan, pesawat ini tidak singgah di India, melainkan langsung ke Bali.

    Baca: Qatar Airways Diboikot, Indonesia Ketiban Sial  

    Aparat di Chennai memutuskan membiarkan keluarga ini di bandara hingga perempuan itu tenang. Setelah itu, mereka terbang ke Kuala Lumpur menuju Doha.

    Sumber dari keluarga pasangan suami istri ini mengungkapkan, sempat terjadi ketegangan karena mereka masuk India tanpa disertai visa. Namun pihak Qatar Airways menolak menanggapi dengan alasan itu masalah pribadi penumpangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.