Tempat Uji Coba Nuklir Korea Utara Jadi Gurun Pasir, Bayi Cacat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jung Un saat melakukan uji coba roket di Pyongyang, 15 Agustus 2014. Terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter yang menurut Korea Selatan berpusat sekitar 50 kilometer dari Punggye-ri di mana Korea Utara melakukan uji coba nuklir. REUTERS/KCNA/Files

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jung Un saat melakukan uji coba roket di Pyongyang, 15 Agustus 2014. Terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter yang menurut Korea Selatan berpusat sekitar 50 kilometer dari Punggye-ri di mana Korea Utara melakukan uji coba nuklir. REUTERS/KCNA/Files

    TEMPO.CO, Pyongyang - Tempat uji coba nuklir bawah tanah Korea Utara  berubah menjadi gurun pasir dan ditemukan bayi cacat.

    Berdasarkan laporan dari 21 orang pembelot yang dulunya tinggal di daerah Kilju, dekat lokasi uji Punggye-ri, sekitar 80 persen pohon yang ditanam mati, dan sumur bawah tanah juga kering.

    Baca: Rakyat Korea Utara Makan Daging Buatan untuk Bertahan Hidup

    "Saya mendengar dari seorang kerabat di Kilju bahwa banyak bayi yang terlahir cacat di rumah sakit di sana," kata seorang pembelot sembari menambahkan bahwa penduduk setempat khawatir dengan kontaminasi radioaktif seperti dikutip dari Telegraph, 7 November 2017. 

    "Saya berbicara di telepon dengan anggota keluarga yang saya tinggalkan di sana dan mereka mengatakan kepada saya bahwa semua sumur bawah tanah mengering setelah uji coba nuklir keenam," kata pembelot lain, mengacu pada uji coba senjata nuklir pada 13 September 2017.

    Seorang pembelot lainnya yang mengaku telah menjalani dua tes nuklir pada 2006 dan 2009, memberi kesaksian bahwa masyarakat setempat tidak diberi peringatan terlebih dahulu.

    Baca: Terowongan Nuklir Korea Utara Ambruk, 200 Pekerja Tewas

    "Hanya anggota keluarga tentara yang dievakuasi ke poros bawah tanah. Orang awam sama sekali tidak sadar akan tes tersebut, "kata pembelot, yang melarikan diri dari Korea Utara pada 2010.

    Menurut sumber lain yang telah mengunjungi Kilju sejak uji coba nuklir keenam, warga dilarang membuat janji berkunjung di rumah sakit di ibu kota, Pyongyang.

    Pejabat di Kilju, juga melarang siapa pun yang naik kereta api sambil membawa sampel tanah, air atau daun. Siapa saja yang didapati membawa hal-hal tersebut dilaporkan ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp penjara.

    Cerita tersebut didukung oleh citra satelit terbaru yang menunjukkan wilayah di sekitar Punggye-ri, Korea Utara telah berubah secara signifikan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.