Arab Saudi Tuding Iran Tembakkan Misil dari Yaman

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat kondisi sebuah pasar yang hancur usai dilanda serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. REUTERS/Naif Rahma

    Warga melihat kondisi sebuah pasar yang hancur usai dilanda serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. REUTERS/Naif Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi melontarkan tuduhan terhadap Iran atas tembakan misil balistik ke Riyadh oleh pemberontak Houthi Yaman.

    "Teheran berada di balik penembakan misil tersebut," bunyi pernyataan Saudi seperti dikabarkan Al Jazeera.

    Pernyataan yang dikeluarkan pada Ahad, 5 November 2017, melalui kantor berita SPA itu juga berisi kecaman atas agresi yang dilakukan oleh kaum Houti yang dikuasai oleh Iran.

    Baca: Arab Saudi Cegat Misil Yaman yang Menyasar Bandara Riyadh
    Kondisi sebuah pasar yang hancur usai dilanda serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. REUTERS/Naif Rahma

    Saudi mengatakan melalui pernyataan tersebut bahwa Iran telah memasok persenjataan untuk kelompok pemberontak Houthi Yaman.

    Menurut Saudi, ulah Iran itu jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2116 yang berisi pelarangan negara tersebut menyuplai senjata untuk kelompok bersenjata Yaman.Warga mengevakuasi jenazah korban serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. Serangan udara ini menewaskan 26 orang. REUTERS/Naif Rahma

    "Peran Iran dan memberikan komando langsung terhadap kelompok Houthi merupakan aksi agresi terhadap negara tetangga. Ini adalah ancaman perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia," bunyi pernyataan seperti dikutip SPA.

    Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa Arab Saudi akan menutup sementara seluruh wilayah darat, pelabuhan laut dan udara Yaman untuk penyelidikan mengenai penyelundupan misil tersebut. Iran menolak segala tudingan Saudi.

    AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.