Paradise Papers, Ratu Elizabeth Simpan Hartanya di Surga Pajak

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth II saat meresmikan jembatan Queensferry Crossing di Skotlandia, 4 September 2017. Pembangunan jembatan ini telah menghabiskan lebih dari Rp 23,4 triliun. REUTERS/Andrew Milligan/Pool

    Ratu Elizabeth II saat meresmikan jembatan Queensferry Crossing di Skotlandia, 4 September 2017. Pembangunan jembatan ini telah menghabiskan lebih dari Rp 23,4 triliun. REUTERS/Andrew Milligan/Pool

    TEMPO.CO, London - Ratu Elizabeth II dituding memiliki kekayaan pribadi yang diinvestasikan secara diam-diam di luar negeri, yang dijuluki sebagai surga pajak.

    Hal itu terungkap dari bocoran dokumen keuangan skala besar yang disebut Paradise Papers yang dirilis pada Minggu malam, 5 November 2017.

    Baca: 'Paradise Papers': Tommy Suharto dan Prabowo disebut dalam laporan surga pajak https://www.tempo.co/bbc/255/paradise-papers-tommy-suharto-dan-prabowo-disebut-dalam-laporan-surga-pajak

    Duchy of Lancaster, perusahaan real estat milik Ratu, disebutkan memiliki jutaan pound yang diinvestasikan di surga pajak. Seperti yang dilansir News.com.au pada 6 November 2017, menurut dokumen Paradise Papers, sekitar 10 juta poundsterling atau Rp 177 miliar dari dana pribadi Ratu, diinvestasikan di Kepulauan Cayman dan Bermuda antara tahun 2004 dan 2005.

    Sebagian kecil uang tunai itu dilacak ke pemberi pinjaman yang sebelumnya dikritik karena merugikan pelanggan miskin.

    Paradise Papers adalah database yang terdiri dari sekitar 13,4 juta dokumen yang merinci urusan pajak beberapa orang dan perusahaan terkaya di planet ini.  Sebagian besar data berasal dari makalah yang bocor oleh Appleby, firma hukum Bermuda yang mengkhususkan diri dalam penyediaan rekening di luar negeri.

    Baca: Paradise Papers: Rahasia Kelam Miliarder Global

    Hampir 100 organisasi media terlibat dalam penyaringan melalui tranche file  yang diperoleh dari surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung.

    Seperti halnya bocornya Panama Papers tahun lalu, Süddeutsche Zeitung kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.

    Di antara mereka yang disebutkan namanya adalah Menteri Perdagangan presiden Amerika Donald Trump, Wilbur Ross, yang dilaporkan terkait dengan perusahaan Rusia. Selain juga pesebak bola legendaris Diego A. Maradona, vokalis U2 Bon, Ratu Elizabeth II, dan beberapa perusahaan besar seperti Nike dan Apple. Selain data cache awal yang dirilis pada hari Minggu malam, ICIJ telah berjanji informasi lebih lanjut akan dipublikasikan setiap minggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.