Pangeran Alwaleed bin Talal Ditahan di Hotel Mewah Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Mohammed bin Salman memimpin lembaga anti korupsi yang baru dibentuk. Kampanye antikorupsi inimerupakan bagian dari upaya konsolidasi Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. AFP/FAYEZ NURELDINE

    Putra Mahkota Mohammed bin Salman memimpin lembaga anti korupsi yang baru dibentuk. Kampanye antikorupsi inimerupakan bagian dari upaya konsolidasi Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. AFP/FAYEZ NURELDINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi menahan puluhan pangeran, pejabat militer senior, pengusaha, dan pejabat tinggi lainnya termasuk seorang anggota keluarga kerajaan pemilik sejumlah perusahaan besar di Eropa, Pangeran Alwaleed bin Talal karena diduga korupsi.

    Menurut laporan Associated Press sebagaimana dikabarkan This Day Life, Senin, 6 November 2017, Pangeran Alwaleed ditahan ditahan di hotel mewah Ritz Carlton Riyadh, Arab Saudi.

    Baca: Pangeran Alwaleed, Miliader Arab yang Ditangkap karena Korupsi

    Pangeran Alwaleed bin Talal saat berada di High Court, London, Inggris, 2 Juli 2013. Alwaleed juga pernah membeli sebuah kapal layar mewah yang amat mahal dari Presiden AS Donald Trump. Pada 2015, Alwaleed pernah berjanji akan mendonasikan kekayaannya sebanyak 32 miliar dolar saat dia meninggal dunia kelak. REUTERS/Neil Hall

    Penahanan tersebut berlangsung hanya beberapa hari usai pemilik firma King Holding tersebut menjadi tuan rumah konferensi investasi dengan para pengusaha dunia dari Amerika Serikat, Jepang dan sejumlah negara lain.

    "Dia ditahan di hotel bintang lima tersebut," kata seorang pejabat Arab Saudi yanag tak bersedia disebutkan namanya kepada Associated Press.

    Penahanan ini sangat mengejutkan bagi publik Saudi. Selain Pangeran Alwaleed, media setempat melaporkan, penahanan juga dilakukan terhadap dua putra Raja Abdullah setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman ditunjuk menjadi Ketua Komite Antikorupsi Arab Saudi, Sabtu 4 November 2017.

    Seorang pejabat pemerintah yang dekat dengan otoritas keamanan Arab Saudi mengatakan, 11 pangeran dan 38 lainnya saat ini mendekam dalam tahanan.

    Dari pihak menajemen hotel diperoleh informasi mengenai penahanan tersebut bahwa Marriot International menyatakan menajemen sedang melakukan evaluasi situasi di Ritz Carlton Riyadh.

    "Ini menyangkut privasi tamu, kami tidak dalam kapasitas mendiskusikan tetamu hotel," bunyi pernyataan manajemen Marriot International yang beredar di media.

    Sesaat sebelum penahanan sejumlah pejabat penting, Raja Salman memecat Pangeran Miteb bin Abdullah dari jabatannya sebagai Komandan Pengawal Nasional. Pangeran ini dikabarkan termasuk di antara yang ditahan oleh Komite Antikorupsi.

    Baca: Skandal Korupsi Arab Saudi : Pangeran dan Menteri yang Ditahan...

    Beberapa nama yang ditahan dalam operasi antikorupsi Arab Saudi tersebut antara lain: Alwalid al-Ibrahim, seorang pengusaha dri keluarajaan yang menjalankan perusahaan satelit berbahasa Arab MBC, Amr al-Dabbagh, bekas Kepala Otoritas Investasi Umum Arab Saudi, Ibrahim Assaf bekas Menteri Keuangan, dan Bakr Binladin, Pimpinan Saudi Binladin Group yang juga seorang konglomerat besar di Arab Saudi.

    THIS DAY LIFE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.