TEMPO DI BAGDAD : Dokter Malaysia Ditembak Milisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:"Mereka menduga kami rombongan Fedayin yang akan membunuh orang-orang Syiah," Nasib buruk menimpa rombongan mobil yang ditumpangi tim dokter MERCY dan jurnalis dari Malaysia, dalam perjalanan pulang dari Rumah Sakit Al Quds ke hotel Sheraton. Mobil yang mereka naiki, diberondong tembakan AK 47 oleh milisi tak dikenal, sabtu (12/4) kemarin. Dalam insiden tersebut, seorang sopir warga Syria bernama Ghofran dan ahli farmasi RS Al Quds, Hussein, meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara Presiden Mercy Dr Jemilah Mahmood dan Dr Baba Dani, masih menjalani perawatan di RS Saddam akibat luka tembak. Siang itu, dua rombongan mobil yang membawa tim dokter dan jurnalis dari Malaysia itu sedang berkunjung ke RS Al Kindi dan RS Al Quds untuk mengirim bantuan obat-obatan. Di mobil pertama, duduk Jemilah, Baba, Hussein, dan Ghofran. Sementara mobil kedua mengangkut Dr Taufiq Hidayah, wartawan The Sun, Terence Fernendez, wartawan NST, Mohd Anuar Hashim, dan kameraman RTM, Omar Salleh. Pukul 12.30, sekitar 1 kilometer dari RS Al Quds, tiba-tiba mobil mereka dihujani tembakan. Menurut Anuar Hashim, "Ratusan peluru dimuntahkan para milisi itu." Meski dua korban tewas, tim dokter Mercy itu merasa beruntung rekan mereka yang lain bisa selamat dari ancaman pembunuhan. "Mereka menduga kami rombongan Fedayin yang akan membunuh orang-orang Syiah," ujar Anuar. Pasalnya, mobil yang mereka sewa berplat nomor Syria. Satu hal yang riskan memang. Mengingat Irak saat ini berada dalam kekosongan pemerintahan. ( Rommy Fibri/Bagdad TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.