Terancam Dipenjara, Pemimpin Catalonia Kabur ke Belgia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung kemerdekaan berteriak saat melakukan aksi di pusat kota Barcelona, 2 Oktober 2017. REUTERS/Eloy Alonso

    Seorang pendukung kemerdekaan berteriak saat melakukan aksi di pusat kota Barcelona, 2 Oktober 2017. REUTERS/Eloy Alonso

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, dikabarkan oleh El Periodico, kabur ke Brussels, Belgia, sesaat setelah Kejaksaan Spanyol menuding 14 bekas anggota pemerintahan Catalonia melakukan pemberontakan dan penyalahgunaan uang publik.

    "Carles Puigdemont dan rekan-rekannya berada di Brussels, Belgia," tulis El Periodico.

    Kabar tersebut dibenarkan oleh kantor Kementerian Dalam Negeri Spanyol sebagaimana disampaikan kepada La Sexta.

    Baca: Baru Finlandia dan Yunani Akui Kemerdekaan Catalonia

    La Vanguardia dalam laporannya mengatakan, Puigdemont berada di Brussels dengan sejumlah anggota pemerintahan Catalonia.Orang-orang melambaikan bendera estelada di Barcelona, Spanyol, 27 Oktober 2017. Parlemen daerah Catalonia mengeluarkan sebuah mosi untuk mendirikan sebuah Republik Catalan yang independen. AP

    Menteri Negara Urusan Imigrasi dan Suaka Belgia, Theo Francken, pada Ahad, 29 Oktober 2017, mengatakan, Puigdemont diperkenankan mengajukan suaka ke negaranya.

    "Rakyat Catalonia yang merasa terancam secara politik dapat mengajukan permohonan suaka kepada Belgia, termasuk Presiden Puigdemont. Ini 100 persen legal," kata Francken kepada televisi Belgia VRT, akhir pekan.

    Menurut laporan La Vanguardia, Puigdemont dan anggota pemerintahan Catalonia yang menemaninya di Brussels akan mengadakan jumpa pers guna menjelaskan posisinya.Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (tengah), disambut setelah pidato di Senat di Madrid, Spanyol, 27 Oktober 2017. Ia mengajukan banding ke Senat negara tersebut untuk memberikan wewenang khusus untuk membubarkan pemerintah daerah Catalonia. Paul White/AP

    Pemerintah Spanyol menolak mengakui hasil referendum kemerdekaan yang dilakukan oleh pemerintah regional Catalonia, 1 Oktober 2017, karena dianggap melanggar hukum Spanyol.

    Baca: Indonesia Tak Akui Kemerdekaan Catalonia dari Spanyol

    Setelah parlemen Catalonia memutuskan deklarasi kemerdekaan pada Jumat, 27 Oktober 2017, pemerintah Spanyol membalasnya dengan mencabut otonomi Catalonia dan pemerintahan dikendalikan langsung dari Madrid.

    SPAIN REPORT | INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...