Bahrain Minta Keanggotaan Qatar di GCC Dibekukan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. REUTERS

    Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Bahrain mengancam bakal tidak menghadiri pertemuan tingkat tinggi Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) bila Qatar hadir. Negara itu juga mendesak GCC membekukan keanggotaan Qatar.

    Baca: Ikuti Arab Saudi, Mesir dan UEA Putuskan Hubungan dengan Qatar

    Dalam rilis yang disampaikan kepada media pada Ahad, 29 Oktober 2017, pemimpin Bahrain, Khalid al-Khalifa, mengatakan keanggotaan Qatar harus dibekukan hingga ada permintaan dari Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

    "Bahrain tidak akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi GCC dan duduk bersama Qatar," katanya.

    Pernyataan Khalifa kepada publik itu disampaikan sesaat setelah televisi CBS melakukan wawancara dengan emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, yang menuding Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab turut campur dalam kedaulatan negaranya.

    "Kedaulatan kami adalah garis merah. Kami tidak bisa menerima siapa pun campur tangan dalam urusan kedaulatan negara kami," ujar Sheikh Tamim.

    Baca: Arab Saudi Cs Putuskan Hubungan Diplomatik, Qatar Murka

    Bahrain dan sekutunya itu telah menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar sejak Juni 2017 setelah mereka menuduh Qatar terlibat terorisme. Tuduhan tersebut pun ditolak Qatar.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.