Baru Finlandia dan Yunani Akui Kemerdekaan Catalonia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang melambaikan bendera estelada di Barcelona, Spanyol, 27 Oktober 2017. Parlemen daerah Catalonia mengeluarkan sebuah mosi untuk mendirikan sebuah Republik Catalan yang independen. AP

    Orang-orang melambaikan bendera estelada di Barcelona, Spanyol, 27 Oktober 2017. Parlemen daerah Catalonia mengeluarkan sebuah mosi untuk mendirikan sebuah Republik Catalan yang independen. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Catalonia sejak lama  berupaya untuk memisahkan diri dari Spanyol dan membentuk kedaulatan sendiri. Untuk sebuah kemerdekaan Catalonia membutuhkan dukungan dari negara lain. D antara negara-negara yang mendukung kemerdekaan Catalonia adalah Finlandia dan Yunani.

    Mengkonfirmasi hal tersebut, Juru Bicara Pemerintahan Yunani, Dimitris Tzanakopoulus menegaskan akan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Catalonia dan akan mengakui kedaulatan negara tersebut seutuhnya.

    Baca: Resmi, Spanyol Menegaskan Kendali Penuh Atas Catalonia

    "Kami sangat khawatir dengan situasi di Spanyol dan kami ulangi bahwa Eropa hanya dapat bergerak maju apabila bergerak secara maju. Tidak seperti tindakan sepihak yang dilakukan oleh Spanyol," kata Tzanakopoulus dikutip dari Xinhuanet.

    Tzanakopoulus juga menegaskan dalam proses pencapaian kemerdekaan Catalonia dan Spanyol harus berjalan sesuai aturan demokrasi yang berlaku. 

    Baca: Pemimpin Catalonia Dibidik untuk Masuk Penjara

    "Kami sepenuhnya mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Spanyol, namun juga inisiatif untuk memulihkan dialog demokrasi dalam kerangka konstitusi Spanyol," kata Tzanakopoulus melalui pernyataan resminya.

    Finlandia, seperti dikutip dari Express.co.uk, juga mengakui sepenuhnya kemerdekaan Catalonia. Hal ini dilakukan setelah parlemen Finlandia melakukan pemungutan suara dan memutuskan untuk mendukung kemerdekaan Finlandia.

    Baca: Uni Eropa Tolak Kemerdekaan Catalonia

    Berbeda dari kedua negara tersebut Uni Eropa lebih memilih untuk mendukung persatuan antara Spanyol dan Catalonia, melalui Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan melakukan segala macam bentuk hubungan diplomatik dengan Catalonia.

    "Saya tidak ingin situasi dimana besok Uni Eropa terdiri dari 95 negara bagian yang berebeda. Kita perlu menghindari perpecahan, karena kita sudah memiliki cukup perpecahan dan kita tidak membutuhaknnya lagi," kata Donald Tusk mengenai alasan tidak mengakui kemerdekaan Catalonia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.