Senin, 18 Juni 2018

Al-Sisi Ganti Panglima dan Pejabat Top Mesir, Apa Pemicunya?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Fattah as-Sisi. REUTERS

    Abdul Fattah as-Sisi. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Abdel Fattah al-Sisi menunjuk panglima militer baru dan mengganti sejumlah pejabat tinggi Mesir kemarin, 28 Oktober 2017. Tidak ada penjelasan alasan pergantian sejumlah pejabat top itu.

    Jenderal Mohamed Farid Hegazy menggantikan Jenderal Mahmoud Hegazy sebagai panglima militer Mesir. Farid meraih gelar sarjana dari ilmu militer di Military Technical College tahun 1977 dan master ilmu militer.

    Baca: Pengadilan Mesir Hukum Mati 13 Anggota Kelompok Ajnad Misr 

    Sebelumnya, ia menjabat panglima militer di Wilayah Militer kawasan Utara dan memimpin Angkatan Bersenjata Second Field Army.

    Farid Hegazy pernah menjabat sebagai komandan Second Army dari Juli 2010 hingga Juli 2012. Ia kemudian menjabat sebagai sekretaris jenderal di Kementerian Pertahanan di masa Revolusi 30 Juni yang dianggap sebagai periode paling penting bagi Mesir.

    Sejak Juni lalu, Farid Hegazy menjabat sebagai asisten menteri pertahanan dan sekretaris Dewan Mahkamah Angkatan Bersenjata Mesir.

    Baca: Mesir Buka Perbatasan dengan Gaza untuk Jamaah Haji Palestina

    Farid, mengutip Egypt Today, berperan besar dalam pertempuran melawan terorisme di Sinai. Sebagai panglima yang memayungi angkatan darat, laut, dan udara, ia bertanggung jawab untuk semua operasi militer di dalam maupun di luar Mesir dan kemudian melaporkan pekerjaannya kepada menteri pertahanan.

    Adapun Mahmoud Hegazy telah ditunjuk sebagai penasehat presiden untuk merancang strategi dan manajemen krisis.

    Baca: Perbolehkan Zakat untuk Tentara, Ulama Mesir Dikecam

    Tidak ada penjelasan resmi mengenai pergantian pejabat tinggi militer, namun pergantian ini terjadi seminggu setelah serangan mematikan saat polisi melakukan tugasnya di kawasan gurun pasir  bagian barat di provinsi Giza, sekitar 130 kilometer arah barat daya Kairo, ibukota Mesir. Sebanyak 16 polisi terbunuh dalam serangan senjata berat.  Tidak ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan mematikan itu. 

    Kemudian aparat membalas serangan itu pada hari Jumat lalu, hingga menewaskan 13 milisi. "Balasan atas darah manusia yang martir pekan lalu di oase," ujar seorang aparat keamanan kepada MENA, media resmi pemerintah Mesir


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.